Nikah Massal di Kukar, 63 Pasangan Akhirnya Kantongi Buku Nikah Resmi

Prosesi Ijab Kabul yang disaksikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Ketua DPRD Ahmad Yani

Onlineku.Info, Tenggarong – Sebanyak 63 pasangan di Kabupaten Kutai Kartanegara akhirnya memperoleh legalitas pernikahan melalui sidang isbat dan nikah massal yang digelar di Mall Pelayanan Publik, sebagai upaya pemerintah daerah menertibkan administrasi kependudukan dan memastikan hak-hak sipil masyarakat terpenuhi. Rabu (29/4/26)

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap layanan sidang isbat dan nikah massal di wilayahnya masih cukup tinggi. Hal ini didasarkan pada data yang menunjukkan masih banyaknya pernikahan masyarakat yang belum tercatat secara resmi.

“Ini merupakan upaya pemerintah daerah agar pernikahan masyarakat dapat tercatat secara sah, sehingga mereka bisa memperoleh hak-haknya sebagai warga negara,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa administrasi kependudukan menjadi aspek penting karena menjadi pintu masuk bagi berbagai layanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, program ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pengadilan Agama, Kementerian Agama, serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan terselenggaranya kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Salah satu peserta, Dicky Fareza (21), mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah mengikuti program tersebut bersama pasangannya, Yunita Trysia (19).

“Kami sangat senang karena akhirnya bisa mendapatkan buku nikah yang sudah lama kami harapkan. Terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memfasilitasi kegiatan ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, awalnya mereka berencana menikah secara mandiri dan telah mendaftar ke Pengadilan Agama. Namun, dua hari sebelum pelaksanaan, mereka mendapat informasi mengenai adanya program nikah massal dan akhirnya diarahkan untuk ikut serta.

“Kami sebelumnya tidak tahu ada program ini. Rencananya menikah bulan Juni, tapi setelah mendapat informasi ini, kami merasa sangat terbantu,” pungkasnya

(Jie)

BACA JUGA