Onlineku.Info, Kutai Kartanegara – Ratusan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara resmi dilantik di Taman Tanjong dalam prosesi terbuka, sebagai bagian dari langkah penyegaran organisasi sekaligus penegasan komitmen transparansi dan peningkatan pelayanan publik. Rabu (29/4/26).
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari mutasi dan rotasi jabatan, khususnya pada level pejabat pengawas (eselon IV) yang memiliki peran strategis dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui mutasi dan rotasi ini, kami berharap para pejabat dapat bekerja lebih optimal, menciptakan iklim organisasi yang lebih baik, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan yang digelar di ruang terbuka ini juga menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip keterbukaan kepada publik. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyaksikan langsung proses pelantikan sebagai bentuk transparansi.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, serta mengimbau para pejabat untuk tidak bersikap tertutup terhadap jurnalis.
Dalam arahannya, Bupati mengingatkan bahwa pejabat pengawas merupakan ujung tombak pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, sikap sebagai pelayan publik harus selalu dikedepankan.
“Jadilah pelayan masyarakat yang baik, bukan untuk dilayani. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga etika, integritas, dan nama baik pemerintah daerah. Menurutnya, kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap kepercayaan masyarakat.
Para pejabat yang dilantik juga diminta untuk aktif turun ke lapangan, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta memahami kondisi riil di wilayah masing-masing. Bahkan, pelaksanaan inspeksi mendadak dinilai penting untuk memastikan kinerja aparatur berjalan optimal.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar seluruh pejabat mengawal program unggulan daerah, salah satunya program RT Terbaik dengan alokasi anggaran sebesar Rp150 juta per RT. Program ini dinilai strategis, namun juga berpotensi menimbulkan penyimpangan jika tidak diawasi dengan baik.
“Jangan sampai ada praktik tidak benar seperti laporan fiktif atau penyalahgunaan kewenangan. Ini harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, total anggaran program tersebut mencapai ratusan miliar rupiah per tahun, sehingga diperlukan pengawasan dan tanggung jawab yang tinggi dari seluruh jajaran.
Di akhir arahannya, Bupati mendorong para pejabat untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Inovasi dinilai penting untuk mendorong kemajuan daerah sekaligus meningkatkan daya saing Kutai Kartanegara.
(Jie)

