Tekankan SDM Unggul dan Budaya Lokal, Ini Langkah Awal Kadisdikbud Kukar H. Heriansyah

Onlineku.Info, Tenggarong – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang baru, H. Heriansyah, menegaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukannya usai dilantik adalah melakukan konsolidasi internal di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Menurut H. Heriansyah, amanah dan tugas yang diberikan oleh Bupati Kutai Kartanegara hanya dapat dijalankan secara optimal apabila didukung oleh tim yang solid, memiliki visi yang sama, serta semangat kerja yang kuat.

 

“Langkah awal tentu konsolidasi internal. Amanah dan tugas yang disampaikan oleh Bupati harus dijalankan oleh tim yang solid dan memiliki semangat kerja yang sama,” ujarnya.

 

Ia menekankan bahwa pengelolaan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari aspek sumber daya manusia. Mengutip pendapat pakar manajemen Peter Drucker, H. Heriansyah menyebut bahwa inti dari manajemen adalah perilaku manusia.

 

“Jika kita berbicara tentang manajemen, maka yang kita bicarakan adalah manusia. Karena itu, untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, kita harus bekerja berbasis data, bukan sekadar perkiraan,” jelasnya.

 

Ia mencontohkan pentingnya data akurat terkait kondisi infrastruktur pendidikan, seperti jumlah sekolah yang mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan. Data tersebut menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan program yang tepat sasaran.

 

Namun demikian, H. Heriansyah menilai bahwa tantangan terbesar dalam dunia pendidikan bukan hanya persoalan infrastruktur, melainkan bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

 

“Yang paling berat sebenarnya adalah mengubah manusianya. Bagaimana kita menciptakan SDM unggul dan menurunkan angka putus sekolah, itu menjadi fokus utama,” katanya.

 

SDM unggul yang dimaksud adalah sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kompetensi dan keterampilan, berintegritas, serta memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi tantangan era industri 4.0.

 

Terkait kesejahteraan guru dan kondisi sekolah di daerah-daerah, H. Heriansyah menyampaikan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu melakukan inventarisasi dan pemetaan kondisi riil di lapangan.

 

“Saya baru dilantik, sehingga langkah awal adalah memahami kondisi sebenarnya. Kita harus mengetahui akar permasalahan, baru kemudian melakukan intervensi melalui program dan kegiatan yang tepat agar kebijakan yang diambil benar-benar berdampak,” jelasnya.

 

Dalam pengembangan pendidikan ke depan, H. Heriansyah juga menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam dunia pendidikan. Menurutnya, budaya harus menjadi alat untuk membangun karakter generasi muda.

 

“Budaya yang kita tanamkan adalah gotong royong, disiplin, kerja keras, kejujuran, dan kemandirian. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini,” ujarnya.

 

Dengan SDM yang unggul dan berkarakter, ia optimistis Kutai Kartanegara akan memiliki daya saing dan mampu sejajar dengan daerah-daerah maju, bahkan di tingkat nasional.

 

Ia juga menegaskan bahwa ke depan, ketika sumber daya alam tidak lagi menjadi andalan utama, maka sumber daya manusia harus menjadi kekuatan utama pembangunan daerah.

 

“Negara-negara maju berhasil karena serius menyiapkan SDM dan ekosistem pendidikannya, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Dampak ekonominya sangat besar dan bersifat multiplikatif,” katanya.

 

Sebagai ilustrasi, ia membandingkan sektor pariwisata dengan sektor pendidikan. Menurutnya, sektor pendidikan mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi daerah.

 

“Jika kita memiliki universitas dan sistem pendidikan yang berkualitas, orang akan tinggal di daerah tersebut minimal empat tahun. Selama itu, kebutuhan hunian, transportasi, dan UMKM akan tumbuh. Dampak ekonominya jauh lebih besar,” pungkasnya.

 

(Jie)

BACA JUGA