Onlineku.Info, Tenggarong – Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menyiapkan strategi politik jangka panjang di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kukar, kepengurusan yang terpilih nantinya diarahkan untuk memperkuat perolehan kursi di DPRD sekaligus menyiapkan kader untuk menghadapi Pilkada Kukar mendatang.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin atau yang akrab disapa Ayub, mengatakan terdapat dua target utama yang akan menjadi komitmen ketua terpilih.
Pertama, Golkar Kukar ditargetkan mampu meningkatkan jumlah kursi di DPRD Kukar dari sembilan menjadi 15 kursi. Kedua, ketua DPD Golkar Kukar yang terpilih diwajibkan mempersiapkan diri untuk maju sebagai calon kepala daerah pada Pilkada mendatang.
“Ketua yang terpilih nanti akan memiliki tanggung jawab politik yang cukup besar. Selain meningkatkan kekuatan Golkar di DPRD Kukar hingga mencapai 15 kursi, yang bersangkutan juga harus siap diproyeksikan sebagai calon kepala daerah,” ujar Ayub, Senin (31/08/2026).
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musda XI Partai Golkar Kukar yang berlangsung di Grand Elty Singgasana, Tenggarong.
Ayub menyebut kedua komitmen tersebut akan dituangkan dalam pakta integritas. Menurutnya, langkah itu diperlukan agar arah kerja kepengurusan baru Golkar Kukar memiliki target yang jelas sejak awal.
Ia juga memastikan adanya konsekuensi organisasi bagi ketua terpilih apabila tidak menjalankan komitmen untuk maju dalam Pilkada.
“Ini sudah menjadi keputusan yang dibahas di tingkat DPD Golkar Kaltim. Karena itu, siapa pun yang nantinya memimpin Golkar Kukar harus bersedia menjalankan mandat tersebut. Kalau tidak dilaksanakan, tentu ada sanksi organisasi,” tegasnya.
Menurut Ayub, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi Golkar untuk mempersiapkan kader internal menghadapi Pilkada sejak jauh hari. Dengan waktu persiapan yang panjang, kader yang diproyeksikan maju diharapkan dapat membangun elektabilitas sekaligus memperkuat konsolidasi partai.
“Jadi bukan baru bergerak ketika tahapan Pilkada sudah dimulai. Kita ingin persiapannya dilakukan dari sekarang, sehingga kader yang ditugaskan memiliki waktu yang cukup untuk membangun kekuatan dan mendapatkan dukungan masyarakat,” katanya.
Ayub mengatakan pola serupa telah diterapkan Golkar di sejumlah daerah di Kaltim. Beberapa di antaranya Berau, Bontang, Samarinda, Paser, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu.
Sementara dalam Musda XI Golkar Kukar, hingga saat ini baru satu kandidat yang tercatat mendaftarkan diri sebagai calon ketua, yakni Hasanuddin Mas’ud yang sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kukar.
Meski demikian, Ayub menyebut dinamika politik internal Golkar masih sangat terbuka. Kandidat lain masih memiliki peluang untuk mendaftarkan diri sesuai mekanisme dan batas waktu yang ditetapkan panitia Musda.
“Untuk sementara informasi dari SC memang baru satu nama yang masuk, yaitu Hasanuddin Mas’ud. Tetapi prosesnya masih berjalan. Kita lihat saja perkembangan sampai Musda dimulai, karena dalam Golkar dinamika politiknya bisa berubah dengan cepat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, calon ketua harus memenuhi sejumlah persyaratan organisasi. Di antaranya memiliki pengalaman kepengurusan sekurang-kurangnya lima tahun pada tingkatan yang sama atau satu tingkat di atasnya, pernah menduduki posisi strategis, serta memiliki rekam jejak prestasi, loyalitas, dan kedisiplinan dalam organisasi.
Selain itu, setiap calon juga wajib memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan partai, termasuk tidak memiliki persoalan hukum yang dapat menghambat proses pencalonan.
Ayub menilai persiapan menghadapi Pilkada harus berjalan beriringan dengan penguatan mesin partai. Dengan sembilan kader yang saat ini duduk di DPRD Kukar, Golkar memiliki modal awal untuk meningkatkan perolehan kursi pada pemilu berikutnya.
“Pekerjaan rumah kita sekarang adalah bagaimana sembilan kursi yang sudah ada bisa berkembang menjadi lebih banyak. Struktur partai harus terus bergerak, kader harus bekerja, dan konsolidasi harus diperkuat. Kalau semua berjalan, target 15 kursi bukan sesuatu yang mustahil,” pungkas Ayub.
(Jie)