
Onlineku.Info, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Loh Sumber di Kecamatan Loa Kulu menegaskan Komitmennya dalam mendorong peran aktif pemuda melalui organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna sebagai mitra pembangunan yang strategis dan berdampak nyata.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, yang menyebut bahwa keberadaan Karang Taruna bukan sekadar formalitas, tetapi harus menjadi ruang kolaborasi yang aktif dan menjawab kebutuhan riil masyarakat desa.
Sukirno menyampaikan pentingnya kehadiran organisasi kepemudaan yang tidak hanya aktif secara kegiatan, tetapi juga mampu membawa manfaat di berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Yang kita harapkan bersama adalah hadirnya suatu wadah organisasi yang benar-benar punya peran penting dan bisa bermanfaat bagi semua lini kehidupan masyarakat,” ujar Sukirno belum lama ini.
Ia menyebut, Pemdes telah memberikan ruang serta dukungan terhadap pembentukan dan pembinaan organisasi masyarakat, termasuk kelompok pemuda yang ada di wilayahnya. Namun, ia tidak menampik bahwa masih terdapat kendala internal dari organisasi itu sendiri.
“Masalahnya kadang di mindset. Kelemahan itu bukan dari kami yang tidak beri ruang, tapi dari karakter dan ketidakaktifan mereka sendiri. Masih menunggu-nunggu,” jelasnya mengkritisi sikap pasif sebagian anggota.
Menurut Sukirno, organisasi kepemudaan seharusnya memiliki rencana kerja yang matang sejak awal tahun, dengan program yang menyasar kepentingan masyarakat dan memiliki target yang terukur.
“Kalau memang ada hak untuk mengelola kegiatan pembinaan masyarakat, kita percayakan. Tapi harus serius. Jangan setengah jalan selesai,” katanya mempertegas komitmen pemerintah desa dalam mendukung program yang jelas dan berkelanjutan.
Sukirno juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif antara organisasi masyarakat dengan pihak desa. Ia menyatakan bahwa dukungan dari Pemdes tidak hanya berupa fasilitasi kegiatan, tetapi juga bisa sampai pada pertimbangan anggaran selama kegiatan tersebut relevan dan menyentuh kebutuhan warga.
“Kalau kita bicara desa, kami pasti mendukung. Bahkan soal pendanaan pun bisa kita pikirkan. Tapi prinsip kami kalau iya, iya. Kalau tidak, ya tidak. Kita tidak mau anggaran tidak tepat sasaran,” jelasnya memberi batasan yang tegas soal efisiensi penggunaan dana desa.
Menutup keterangannya, Sukirno mengajak seluruh pengurus organisasi untuk memiliki niat tulus serta dedikasi dalam membangun desa secara ikhlas dan berkelanjutan.
“Sekecil apa pun, kalau niatnya untuk masyarakat dan membangun desa karena kita cinta desa ini, pasti saya aminkan,” tutupnya dengan harapan besar pada generasi muda.
Dengan semangat kolaborasi yang diusung, Pemerintah Desa Loh Sumber ingin agar pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan desa, tetapi hadir sebagai penggerak dan pencipta solusi.
(ADV/DISKOMINFO).