Onlineku.Info, Tenggarong โ Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri secara resmi membuka kegiatan Training Nasional Latihan Kader II (Intermediate Training) dan Senior Course (SC) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara di Pendopo Odah Etam, Sabtu (6/6/26).
Dalam sambutannya, Aulia menegaskan bahwa kaderisasi merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang tidak hanya diperoleh melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui proses pembinaan dan pengembangan kapasitas di organisasi kemahasiswaan.
Menurutnya, proses kaderisasi menjadi ruang penting untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kesiapan menghadapi tantangan pembangunan daerah maupun nasional.
“Kaderisasi merupakan salah satu cara terbaik mempersiapkan generasi muda agar mampu mengambil peran strategis di masa depan. Karena itu, proses kaderisasi harus dijaga kualitasnya dan dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujar Aulia.
Ia juga mendorong kader-kader HMI Kutai Kartanegara untuk berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta memperluas pengalaman di tingkat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia menyatakan kesiapannya membantu kader yang memiliki keinginan melanjutkan studi, termasuk memberikan dukungan dalam mencari beasiswa.
“Yang terpenting adalah kemauan untuk berjuang dan bersusah-susah terlebih dahulu. Jangan takut merantau dan mengembangkan diri di luar daerah,” katanya.
Aulia juga memberikan motivasi kepada kader HMI Cabang Kutai Kartanegara agar berani tampil dalam kontestasi kepemimpinan organisasi di tingkat nasional, termasuk di Pengurus Besar HMI.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara siap memberikan dukungan bagi putra-putri daerah yang ingin mengembangkan kapasitas dan karier organisasi hingga tingkat nasional.
“Kami ingin melihat semakin banyak generasi muda Kutai Kartanegara yang mampu menjadi tokoh nasional. Jika ada kader yang memiliki kemampuan dan kesiapan untuk berkompetisi di tingkat nasional, tentu akan kami dukung,” ujarnya.
Selain itu, Aulia mengajak para peserta training untuk menjadikan forum kaderisasi sebagai ruang diskusi dalam membahas berbagai isu strategis, khususnya terkait pembangunan daerah dan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, Kutai Kartanegara memiliki posisi penting sebagai Mitra Ibu Kota Nusantara, bukan sekadar daerah penyangga.
“Konsep yang kami bangun adalah Mitra Ibu Kota Nusantara. Artinya, Kutai Kartanegara dan IKN harus tumbuh bersama serta berkembang secara beriringan,” jelasnya.
Ia berharap para peserta mampu melahirkan gagasan dan pemikiran konstruktif yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah di tengah berbagai perubahan yang terjadi.
Kepada panitia pelaksana, Aulia berpesan agar menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah. Menurutnya, kenyamanan peserta selama kegiatan berlangsung merupakan bagian penting dari kesuksesan pelaksanaan training.
“Penyelenggaraan kegiatan mungkin hanya berlangsung beberapa hari, tetapi kesan yang ditinggalkan dapat bertahan lama. Karena itu, layani seluruh peserta dengan sebaik-baiknya dan selesaikan setiap persoalan yang muncul dengan komunikasi yang baik,” pesannya.
Usai memberikan sambutan, Aulia secara resmi membuka kegiatan Intermediate Training dan Senior Course HMI Cabang Kutai Kartanegara dengan mengucapkan basmalah.
Sementara itu, saat diwawancarai usai pembukaan acara, Aulia kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mendukung kegiatan kaderisasi organisasi kemahasiswaan.
Ia mengaku pernah merasakan langsung manfaat proses kaderisasi saat aktif sebagai mahasiswa, sehingga memahami pentingnya kegiatan tersebut dalam membentuk karakter dan kemampuan kepemimpinan seseorang.
“Kami mendukung penuh kegiatan kaderisasi yang dilaksanakan organisasi kemahasiswaan karena manfaatnya sangat besar dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia,” katanya.
Dukungan tersebut, lanjut Aulia, tidak hanya diberikan kepada HMI, tetapi juga kepada berbagai organisasi kemahasiswaan lainnya yang memiliki tujuan membangun kualitas generasi muda.
“Kami terbuka bagi seluruh putra-putri Kutai Kartanegara yang ingin berkembang dan berprestasi. Selama itu untuk kemajuan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah daerah siap memberikan dukungan,” tutupnya.
(Jie)
