Lapas Tarakan dan BNNP Kaltara Sukses Gelar Program Rehabilitasi 2025, WBP Optimistis Menata Hidup Baru Tanpa Narkoba

Onlineku.Info, Tarakan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara menutup rangkaian Program Layanan Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025, Kamis (11/12), di Aula Kunjungan Lapas Tarakan. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus bagian dari pelaksanaan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

 

Penutupan kegiatan dihadiri Plt Kepala BNNP Kaltara, Dr. Agus Surya Dewi, beserta jajaran konselor adiksi, Kalapas Tarakan Jupri, pejabat struktural, dan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) peserta rehabilitasi. Program ini merupakan implementasi dari 13 Akselerasi Kemenimipas, yang menekankan kolaborasi lintas instansi dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.

 

Plt Kepala BNNP Kaltara menilai bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi kuat antara Lapas Tarakan dan BNNP Kaltara. Ia menegaskan bahwa perubahan diri adalah kunci utama keberhasilan upaya rehabilitasi.

 

“Program layanan rehabilitasi sosial bagi para WBP ini dapat terlaksana dengan baik sepanjang Tahun 2025 karena dukungan semua pihak. Namun, sebagus apa pun programnya, perubahan itu tetap berasal dari tekad diri sendiri. Kalau tidak ada kemauan untuk berubah, maka program ini tidak akan berdampak,” ujar Agus.

 

Ia turut menyampaikan bahwa BNN memiliki empat program pokok: Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat, Smart Power Approach, dan Kerjasama. Menurutnya, layanan rehabilitasi sangat berkaitan erat dengan tugas-tugas tersebut.

 

“Kami berharap layanan rehabilitasi sosial ini terus dilakukan secara berkelanjutan. Terima kasih kepada seluruh jajaran Lapas Tarakan yang telah memberikan dukungan penuh,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kalapas Tarakan Jupri menegaskan bahwa program rehabilitasi tidak hanya berfungsi sebagai upaya pemulihan dari adiksi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap mental, spiritual, serta keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

 

“Program rehabilitasi ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain membantu pembinaan mental dan kerohanian, kegiatan ini juga memperkuat kondusifitas kamtib di dalam Lapas,” ujar Jupri.

 

Ia juga menyampaikan harapan agar sinergitas antara Lapas Tarakan dan BNNP Kaltara dapat terus diperluas.

 

“Kami ingin program seperti ini menyasar lebih banyak WBP, baik yang terkait kasus narkotika maupun pidana lainnya. Semua pihak berperan mewujudkan Lapas Tarakan yang lebih baik ke depan,” tuturnya.

 

Dalam kesempatan itu, Jupri juga memberikan pesan khusus kepada para WBP peserta rehabilitasi.

 

“Untuk seluruh warga binaan yang mengikuti program ini, saya ingin kalian yakin bahwa perubahan itu mungkin. Tetap optimis untuk menjalani hidup yang lebih baik tanpa narkoba. Kesempatan memperbaiki diri selalu ada,” pesan Kalapas.

 

Kegiatan penutupan ditandai dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada perwakilan WBP. Program ini diharapkan menjadi penguat komitmen mewujudkan Lapas Tarakan yang Bersih dari Narkoba (Bersinar).

(Aji)

BACA JUGA