Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Kukar Tekankan Kinerja dan Profesionalisme

foto: Bupati Kukar selesai melantik para pejabat administrator dan pengawas (Jie/Onlinekuinfo)

Onlineku.Info, Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri melantik pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya memperkuat kinerja birokrasi dalam mewujudkan visi Kukar Idaman Terbaik 2025–2030. Senin (27/6/26).

 

Dalam sambutannya, Aulia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dan langsung bekerja memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

“Kepada para pejabat administrator maupun pengawas, laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan loyalitas melalui kinerja terbaik, bukan melalui pendekatan-pendekatan khusus,” tegasnya.

 

Ia menegaskan para pejabat administrator merupakan perpanjangan tangan kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. Karena itu, setiap pejabat dituntut mampu memastikan seluruh program pemerintah berjalan efektif hingga ke tingkat pelaksana.

 

Menurut Aulia, proses pengisian jabatan saat ini dilakukan secara profesional berdasarkan sistem merit. Bahkan, sebagian besar pejabat yang dilantik diakuinya tidak memiliki kedekatan pribadi dengannya.

 

“Sekitar 80 persen pejabat yang saya lantik hari ini tidak saya kenal sama sekali. Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara semakin profesional dalam menempatkan pejabat sesuai kompetensinya,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan para kepala perangkat daerah agar membimbing pejabat yang baru dilantik sehingga mampu segera menjalankan tugas tanpa harus menunggu masa adaptasi yang panjang.

 

“Besok langsung susun strategi, lakukan penyesuaian, dan pastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih baik. Jangan terlalu lama beradaptasi karena masyarakat menunggu hasil kerja kita,” katanya.

 

Aulia mengakui tahun 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah karena kemampuan fiskal mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut, katanya, mengharuskan seluruh ASN mengubah pola pikir dan budaya kerja agar tetap mampu menghasilkan kinerja maksimal meski dengan anggaran yang lebih terbatas.

 

“Kita memang harus lebih efisien, tetapi kinerja tidak boleh ikut menurun. Yang berubah adalah cara kita bekerja, bukan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan seluruh pejabat untuk membangun komunikasi yang baik di lingkungan organisasi, menyelesaikan persoalan secara internal, serta mengedepankan kerja sama dibanding bekerja sendiri.

 

“Kabupaten Kutai Kartanegara tidak membutuhkan superhero. Yang kita butuhkan adalah tim yang mampu bekerja bersama-sama untuk masyarakat,” ujarnya.

 

Usai pelantikan, Aulia mengatakan rotasi jabatan merupakan hal yang normal dalam pemerintahan dan diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program prioritas daerah.

 

“Kami berharap pejabat yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri di tempat tugasnya masing-masing sehingga pelayanan publik dan kinerja perangkat daerah semakin meningkat,” pungkasnya.

 

(Jie)

BACA JUGA