Onlineku.Info, Kutai Barat – Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kabupaten Kutai Barat, resmi ditutup. Penutupan kegiatan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian ajang inovasi teknologi yang mempertemukan kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.
Rabu (29/7/26)
Mewakili Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, menghadiri prosesi penutupan bersama para kepala daerah, unsur Forkopimda, serta peserta TTG dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Bagi Pemerintah Kabupaten Mahulu, keikutsertaan dalam TTG XII bukan sekadar menampilkan berbagai inovasi daerah. Ajang ini juga menjadi sarana bertukar pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mengembangkan teknologi tepat guna yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat kampung.
Wakil Bupati Suhuk menegaskan, berbagai pengalaman dan capaian yang diraih selama pelaksanaan TTG XII akan menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Mahulu untuk terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Suhuk.
Selama pameran berlangsung, stan Mahulu menampilkan beragam inovasi hasil karya masyarakat, di antaranya dongkrak multifungsi untuk penanganan banjir, alat pencacah pakan ternak, berbagai produk olahan limbah, hingga aneka kerajinan dan produk unggulan UMKM dari sejumlah kampung di Mahakam Ulu.
Berbagai inovasi tersebut menjadi bukti bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi teknologi sederhana yang aplikatif dan mampu mendukung aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Mahulu berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para inovator daerah, kelompok masyarakat, serta pelaku UMKM agar inovasi yang lahir tidak berhenti pada ajang perlombaan, tetapi dapat diterapkan secara luas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Melalui sinergi antara inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi berbasis kampung, Pemkab Mahulu optimistis mampu mewujudkan pembangunan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Urip Kerimaan.
(Adv/Mahakam Ulu)
