Onlineku.Info, Tenggarong – Lanjong Art Festival 2025 kembali menjadi magnet seni dan budaya di Kutai Kartanegara. Festival ini menghadirkan beragam pertunjukan teater, musik, dan seni tradisi dengan melibatkan seniman dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan internasional.
Salah satu tokoh yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. Yudiaryani, M.A., seorang profesor teater dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia menilai Lanjong Art Festival memiliki peran penting dalam membangun ekosistem kesenian, khususnya teater, di Indonesia.
“Festival ini merupakan salah satu elemen penting dari ekosistem peristiwa seni. Pada tahun 2017 saya juga pernah terlibat sebagai juri, dan tahun ini kembali dipercaya sebagai juri lagi. Saya melihat skopanya lebih luas, bahkan melibatkan banyak generasi muda dari berbagai daerah seperti Palu, Lampung, Sumatera, Kalimantan, hingga Jawa,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan festival semacam ini tidak hanya menguatkan posisi seniman muda dalam dunia teater, tetapi juga menjadi ruang regenerasi.
“Suasananya menyenangkan, dan saya melihat banyak anak-anak muda teater hadir dengan energi yang luar biasa,” tambahnya.
Prof. Yudiaryani juga menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah dan dewan kebudayaan agar festival ini terus berlanjut.
“Kalau bisa setahun sekali, atau minimal dua tahun sekali. Kegiatan semacam ini harus rutin, karena ini aset yang luar biasa. Fasilitasnya sudah tersedia, masyarakatnya juga mendukung, terbukti penonton selalu penuh di amphitheater. Bahkan seniman-seniman yang hadir pun bergengsi,” jelasnya.
Selain menyoroti teater, ia juga memberikan apresiasi pada acara kuliner khas dalam rangkaian “Jajak Merian” yang menjadi daya tarik tersendiri.
“Ini bagus sekali, sebetulnya bisa menjadi tujuan wisata dari Kutai Kartanegara. Pelestariannya harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Saat mencicipi jajanan khas Kutai, ia sempat membandingkan dengan kuliner Jogja yang dikenal lebih manis.
“Kue-kue di sini bentuknya lebih besar, rasanya manis tapi tidak semanis Jogja. Mungkin karena Tenggarong ini multikultur ya, jadi rasanya lebih seimbang,” katanya sambil tersenyum.
Dengan kehadiran tokoh seni nasional seperti Prof. Yudiaryani, Lanjong Art Festival 2025 semakin menegaskan dirinya sebagai ruang penting bagi dialog budaya, regenerasi seniman, sekaligus promosi pariwisata di Kutai Kartanegara.
(Aji R)
