Karhutla di Muara Muntai Hanguskan 20 Hektare Lahan, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Tim Gabungan Bpbd Kukar, Manggala Agni dan Babinsa Koramil 0906-10/Muara Muntai sedang memadamkan Karhutla di Muara Muntai (ist/*)

Onlineku.Info, Kutai Kartanegara – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan perkebunan sawit dan lahan gambut di wilayah perbatasan Desa Muara Leka dan Desa Aloh, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (21/8/2026).

Kebakaran tersebut menghanguskan lahan yang diperkirakan mencapai 15 hingga 20 hektare. Lokasi kebakaran berada sekitar 25 kilometer dari permukiman warga.

 

Kebakaran diketahui saat tim gabungan yang terdiri dari Babinsa Koramil 0906-10/Muara Muntai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Manggala Agni dan pihak perusahaan melakukan patroli di kawasan tersebut.

Sekitar pukul 10.00 Wita, rombongan patroli melihat kepulan asap dari kawasan lahan sawit dan gambut. Tim kemudian bergerak menuju titik asap dan langsung melakukan upaya pemadaman.

 

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan. Jarak pengambilan air dari titik kebakaran juga cukup jauh sehingga memperlambat proses pemadaman.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya tim gabungan. Petugas terus melakukan penyemprotan air sekaligus membuat sekat bakar untuk mencegah api merambat ke area lainnya.

 

Babinsa Koramil 0906-10/Muara Muntai, Serma Rasyidi, mengatakan sinergi antarpihak menjadi kunci dalam menangani kebakaran di lokasi tersebut.

“Sinergi di lapangan adalah kunci utama. Kami tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kehadiran rekan-rekan BPBD, Manggala Agni serta bantuan masyarakat sangat menentukan kecepatan dalam mengendalikan kobaran api,” ujarnya.

Tim pemadaman yang diterjunkan terdiri dari sembilan personel BPBD Kukar, lima personel Manggala Agni, satu personel Koramil Muara Muntai, serta sekitar 20 personel dari PT JMS.

 

Untuk mendukung proses pemadaman, tim Manggala Agni mengerahkan dua unit mobil pemadam dan dua unit Alkon Damkar.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 Wita. Meski kobaran api telah berhasil dijinakkan, tim tetap melakukan pendinginan dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api.

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut yang cukup tebal dan sedang dalam kondisi kering. Tim gabungan bersama masyarakat pun tetap melakukan patroli untuk memastikan tidak terdapat titik api baru.

 

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Muara Muntai. Dugaan sementara, kondisi cuaca panas ekstrem, minimnya hujan dan angin kencang turut mempercepat penyebaran api di kawasan tersebut.

 

Petugas mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi menyebabkan kebakaran meluas, asap karhutla juga dapat mencemari udara dan mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

(Jie)

BACA JUGA