Onlineku.Info, Tenggarong — Lapas Kelas IIA Tenggarong terus mengembangkan Kampung Asimilasi sebagai kawasan pembinaan produktif bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kawasan tersebut kini dilengkapi berbagai fasilitas dan program pemberdayaan yang melibatkan langsung warga binaan.
Pengembangan Kampung Asimilasi itu turut ditinjau langsung oleh Aulia Rahman Basri bersama Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, dan Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, Jumat (22/5/26).
Di kawasan tersebut terdapat sejumlah fasilitas yang tengah dikembangkan, mulai dari kafe, tempat pencucian mobil dan motor, area perkebunan hortikultura, hingga kolam ikan yang menjadi bagian dari program pembinaan dan ketahanan pangan warga binaan.
Dalam kunjungan itu, Bupati Kukar, Kakanwil Ditjenpas Kaltim, dan Kalapas Tenggarong turut melakukan penebaran bibit ikan nila di kolam yang berada di kawasan Kampung Asimilasi.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, mengatakan Kampung Asimilasi tersebut dirancang menjadi kawasan edukasi dan pemberdayaan yang dapat dimanfaatkan bersama masyarakat sekitar.
“Sekarang kami sedang membangun kawasan edukasi dan asimilasi untuk warga binaan dan masyarakat sekitar yang nantinya bisa dimanfaatkan bersama. Ini juga menjadi tempat desa binaan, karena seluruh lapas diwajibkan mempunyai satu desa binaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kawasan tersebut masih terus dikembangkan dengan berbagai aktivitas produktif yang melibatkan warga binaan.
“Yang sekarang terlihat ini adalah area yang masih dalam pembinaan kami dan nanti di sini akan dibuat kafe karena sebelumnya banyak area yang menganggur. Pak Wayan selaku Kalapas berinisiatif menjadikan ini sebagai kampung pemasyarakatan,” katanya.
Selain itu, di area perkebunan juga mulai ditanami berbagai tanaman hortikultura, salah satunya benih kangkung yang nantinya menjadi bagian dari program ketahanan pangan di lingkungan lapas.
Menurut Endang, Kampung Asimilasi diharapkan menjadi tempat pembinaan yang tidak hanya memberikan keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga membuka ruang interaksi sosial dengan masyarakat.
“Jadi nanti akan ada berbagai aktivitas di sini dan teman-teman bisa nongkrong di sini sampai malam, bahkan direncanakan ada live music sampai jam 10 malam,” tambahnya.
Sementara itu, Aulia Rahman Basri mengapresiasi pengembangan Kampung Asimilasi yang dinilai mampu menjadi wadah pembinaan produktif bagi warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
“Di sini nantinya akan dilakukan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan serta kegiatan ketahanan pangan. Di depan sudah dibangun kafe dan tempat pencucian, lalu di belakang nantinya akan ada kolam ikan, pertanian hortikultura seperti kangkung, kacang panjang, dan sayur-sayuran lainnya,” ujarnya.
Ia menilai seluruh program yang dijalankan di kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kesiapan saat kembali ke masyarakat.
“Tentunya semua ini dilaksanakan oleh warga binaan yang ada di lapas tersebut. Kami melihat proses pembinaan ini sangat luar biasa dan kami yakin pembinaan yang baik akan mengembalikan kepercayaan diri para warga binaan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
(Jie)
