Jagoan Kampung Tewas Dihakimi Massa, Usai Menombak Warga hingga Usus Terburai

DIAMUK WARGA. Ramlan tewas setelah dikeroyok massa di kawasan Samarinda Seberang, usai menombak seorang motoris kapal klotok.

Onlineku.info, KAMPUNG MASJID. Peristiwa berdarah yang memicu kemarahan massa terjadi di Jalan Sumber Baru, RT 15, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, pada Kamis malam (17/10) sekitar pukul 21.00 WITA. Dengan membawa kayu balok dan tangan kosong, massa berteriak sambil menunjuk ke arah seorang pria yang bersembunyi di bawah jembatan kayu di atas aliran anak sungai.

Pria yang menjadi sasaran amuk massa tersebut adalah Ramlan alias Mellang (42), yang dikenal sebagai jagoan kampung dan eks narapidana kasus penganiayaan pada 2016. Kemarahan massa dipicu oleh aksinya menombak Syamsul Bahri (37), seorang motoris kapal klotok, hingga mengalami luka robek serius yang membuat ususnya terburai.

Syamsul berhasil diselamatkan oleh temannya, Daniel (20), yang langsung melarikannya ke RSUD IA Moeis. Sementara itu, di tengah kepungan massa, Ramlan yang berusaha bersembunyi di anak sungai akhirnya tidak dapat melarikan diri.

Meskipun polisi dari Polsek Samarinda Seberang dan Polresta Samarinda tiba di lokasi, amarah warga tak bisa diredam. Beberapa orang nekat terjun ke sungai dan menghajar Ramlan hingga tewas. Tembakan peringatan dari polisi pun diabaikan.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, polisi mengevakuasi jasad Ramlan dan membawanya ke kamar jenazah RSUD IA Moeis.

Aksi brutal Ramlan bermula saat ia menghujamkan tombak ke tubuh Syamsul yang sedang duduk di dermaga sebelum naik ke kapal klotoknya. Ramlan menghujamkan tombak dua kali, menyebabkan luka parah di perut Syamsul.

“Saya mendengar ada yang berteriak, ‘Bahri ditikam! Bahri ditikam!’ Saat itu, saya langsung keluar rumah dan melihat Syamsul berjalan tertatih sambil memegang perutnya yang robek,” ungkap Mirna (36), sepupu Syamsul, yang sebelumnya sempat memperingatkan agar tak menghiraukan tantangan Ramlan.

Syamsul sempat berjalan menjauh, namun tak lama kemudian ia terjatuh. Mirna segera meminta bantuan warga untuk membawa Syamsul ke rumah sakit.

Daniel, teman Syamsul, yang mendengar Mirna meminta tolong, langsung bergerak cepat membawa Syamsul ke rumah sakit. Daniel mengaku hampir menjadi korban amukan Ramlan, karena Ramlan sudah berkeliling menantang orang berkelahi sejak Magrib.

“Dia (Ramlan) sudah keliling sambil menantang orang berkelahi, termasuk saya. Dia bilang, ‘Kamu juga mau ditusuk?’” kata Daniel.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, mengonfirmasi bahwa kondisi Syamsul yang mengalami luka robek di perut masih dirawat di rumah sakit. “Sedangkan Ramlan meninggal dunia akibat amukan massa. Kami akan melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya,” singkatnya. (oke/beb)

 

Sapos.co.id

BACA JUGA