Onlineku.Info, Kutai Barat – Duka mendalam menyelimuti Perairan Ujoh Halang, Kabupaten Kutai Barat, setelah tujuh korban kapal ferry yang tenggelam di Sungai Mahakam ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Kapal yang membawa 28 penumpang itu mengalami kecelakaan pada awal pekan ini. Dari total penumpang, tercatat 20 orang selamat, tujuh meninggal dunia, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.
Pada hari kedua operasi, Rabu (12/11), Tim SAR Gabungan dari Basarnas Balikpapan dan berbagai unsur melakukan briefing pukul 07.00 Wita sebelum kembali menyisir lokasi kejadian. Pencarian dilakukan melalui penyisiran permukaan air, observasi sekitar lokasi tenggelamnya kapal, serta penyelaman oleh personel Basarnas dan Brimob Pas Pelopor 2.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, S.E., M.M., menyebutkan tujuh korban ditemukan meninggal dunia di titik berbeda, berjarak 100 meter hingga 13 kilometer dari lokasi kejadian.
“Upaya penyelaman sempat dilakukan pukul 15.00 Wita, namun dihentikan karena arus sangat deras,” ujarnya.
Operasi yang dipusatkan di Posko SAR Pelabuhan Ferry Muara Leban ini melibatkan unsur Basarnas, Polres Kutai Barat, Brimob, Polairud, BPBD, Dinas Perhubungan, TNI, tenaga medis, dan masyarakat setempat. Meski cuaca berawan dan arus kuat, Tim SAR berkomitmen melanjutkan pencarian hingga seluruh korban ditemukan.
“Kendala arus deras tidak akan menghentikan semangat kami,” tegas Endrow. (Aji R)
