DLHK Kukar Tekankan Pemeliharaan Sawit Berkelanjutan untuk Kurangi Dampak Lingkungan

 

Onlineku.Info, Kukar — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan pentingnya penerapan praktik berkelanjutan dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. Hal ini menjadi fokus dalam penyusunan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dibahas pada Kamis, 11 September 2025 di Kantor DLHK Kukar.

Ketua Tim Penyusun AMDAL, Muhammad Yahya, menjelaskan bahwa keberlanjutan perkebunan bergantung pada perawatan intensif sejak awal penanaman. “Pemeliharaan teratur menjadi kunci agar produktivitas sawit tetap tinggi dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Dalam dokumen AMDAL dijelaskan, tahap pemeliharaan dilakukan bertahap sejak tahun pertama hingga ketiga, mencakup perawatan jalan dan teras, pengendalian hama, pemupukan, hingga pengendalian gulma. Tanaman yang terawat dengan baik biasanya mulai memasuki masa panen pada usia empat hingga lima tahun.

Pada kondisi ideal, kebun sawit dapat menghasilkan 20–25 ton Tandan Buah Segar (TBS) per hektare per tahun. Dari hasil tersebut, diperoleh sekitar empat hingga lima ton minyak sawit. Namun, Yahya mengingatkan agar TBS segera diangkut ke pabrik maksimal delapan jam setelah panen untuk menjaga mutu.

“Disiplin dalam proses pascapanen dan pemilihan armada angkut yang tepat turut menentukan kualitas hasil serta menekan potensi pencemaran,” jelasnya.

Melalui kajian ini, DLHK Kukar menekankan bahwa keberhasilan sektor sawit bukan hanya diukur dari produktivitas, tetapi juga dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan.
(adv/dlhk)

BACA JUGA