
Onlineku.Info, Kukar — Tim Penyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) menaruh perhatian besar terhadap aspek kesehatan masyarakat di sekitar wilayah rencana kegiatan PT Cemerlang Sawit Nusantara (CSN).
Kajian tersebut tidak hanya mencakup aspek geofisika, kimia, sosial, ekonomi, dan budaya, tetapi juga menelaah kondisi kesehatan warga di Kecamatan Sebulu dan Tenggarong Seberang.
Ketua Tim Penyusun AMDAL, Muhammad Yahya, menjelaskan bahwa pemetaan kesehatan dilakukan melalui pengumpulan data dari fasilitas kesehatan di wilayah terdampak. “Dari hasil kajian itu, terungkap sejumlah temuan yang menggambarkan pola penyakit, status gizi anak balita, hingga jumlah sarana kesehatan yang tersedia di Sebulu dan Tenggarong Seberang,” ujarnya dalam rapat pembahasan AMDAL pada Kamis, 11 September 2025.
Dalam temuan tersebut, hipertensi menjadi penyakit paling dominan, dengan 853 kasus di Puskesmas Sebulu dan 550 kasus di Tenggarong Seberang. Sementara itu, masih ditemukan 26 balita gizi kurang, 77 balita pendek, serta 61 balita kurus berdasarkan indikator gizi nasional.
Di sisi lain, Kecamatan Tenggarong Seberang memiliki 22 fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, poliklinik, puskesmas, dan apotek. Namun, pemerataan layanan dan tenaga medis masih perlu diperkuat.
Yahya menegaskan, hasil kajian kesehatan ini akan menjadi bagian integral dalam dokumen AMDAL PT CSN agar potensi dampak terhadap kesehatan warga dapat diantisipasi sejak dini.
(adv/dlhk)

