DLHK Kukar Siapkan TPA Baru, Antisipasi Keterbatasan Kapasitas TPA Bekotok yang Hanya Tersisa Setahun

Onlineku.Info, Tenggarong – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bekotok di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memasuki masa krisis kapasitas setelah beroperasi lebih dari tiga dekade. Berdasarkan evaluasi terbaru, daya tampung TPA diperkirakan hanya mampu menahan beban sampah selama satu tahun ke depan jika tidak segera ada intervensi baru dalam sistem pengelolaannya.

 

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menyampaikan bahwa usia TPA yang mencapai 32 tahun membuat area penimbunan semakin menipis. Sementara itu, peningkatan jumlah penduduk, pertumbuhan kawasan permukiman, serta meningkatnya aktivitas ekonomi di ibu kota kabupaten turut memperbesar volume sampah harian. “Sampah yang masuk setiap hari terus meningkat, sehingga ruang di TPA Bekotok semakin terbatas,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

 

Untuk mengantisipasi kondisi darurat persampahan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar kini bergerak cepat menyusun rencana pembangunan TPA baru. Sekretaris DLHK Kukar, Taupiq, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengkaji tiga lokasi potensial, yaitu Desa Rapak Lambur, Kelurahan Jahab, dan Loa Ipuh Darat. Ketiga wilayah ini dinilai memiliki karakteristik lahan yang memungkinkan pengembangan fasilitas modern.

 

Berbeda dari sistem pembuangan lama yang masih menerapkan metode open dumping, TPA baru dirancang menggunakan sistem controlled landfill. Metode ini memungkinkan proses penimbunan sampah dilakukan dengan pengendalian tertentu, mulai dari sistem penutupan harian, pengelolaan lindi, hingga pengendalian gas metana. Pendekatan ini dinilai lebih ramah lingkungan serta mampu mengurangi risiko pencemaran dan gangguan kesehatan.

 

Taupiq menegaskan bahwa keberadaan TPA baru sangat mendesak, mengingat waktu yang tersisa semakin singkat. “TPA modern bukan hanya solusi teknis, tetapi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

 

DLHK Kukar berharap dukungan lintas sektor dapat mempercepat proses penentuan lokasi dan pembangunan, sehingga krisis kapasitas TPA Bekotok tidak berkembang menjadi masalah lebih besar.

(Adv/DLHK)

BACA JUGA