DLHK Kukar Perkuat Edukasi Keberlanjutan, Petani Sawit Didorong Memenuhi Sertifikasi ISPO

Sekertaris DLHK Kukar, Taupiq

 

Onlineku.Info, Kukar – Upaya meningkatkan kualitas dan keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit di Kutai Kartanegara terus diperkuat oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar. Melalui pendekatan edukatif dan sosialisasi berkelanjutan, DLHK menilai bahwa pemenuhan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) tidak lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga daya saing komoditas sawit lokal.

Sekretaris DLHK Kukar, Taufiq, menjelaskan bahwa perkembangan industri sawit di Kukar baik yang digerakkan oleh perusahaan besar, koperasi, maupun petani mandiri harus diikuti dengan peningkatan kesadaran terhadap praktik keberlanjutan. “ISPO bukan hanya aturan, tetapi sebuah standar yang memastikan bahwa pengelolaan sawit berjalan dengan memerhatikan lingkungan, efisiensi, dan keberlanjutan jangka panjang,” ujarnya.

Dalam sejumlah kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan, DLHK menekankan bahwa sertifikasi ISPO mencakup aspek-aspek penting seperti pengelolaan limbah, konservasi lahan, standardisasi bibit, penataan kelembagaan, hingga pengelolaan hasil produksi. Koperasi yang menjadi wadah petani juga diwajibkan memenuhi standar ini agar hasil panen mereka dapat diterima oleh pasar internasional yang semakin ketat dalam menilai jejak lingkungan suatu produk.

Taufiq menyampaikan bahwa perhimpunan pelaku usaha sawit, termasuk Desindo yang telah beroperasi selama lebih dari dua dekade, juga semakin memahami urgensi penerapan standar berkelanjutan. DLHK menilai dinamika ini sebagai titik positif yang perlu terus didorong. “Ke depan, petani yang memiliki sertifikasi akan lebih mudah menembus pasar, karena pembeli global kini sangat selektif terhadap asal-usul bahan baku,” tambahnya.

Selain aspek ekonomi, sertifikasi ISPO juga mengarah pada perubahan perilaku pengelolaan lingkungan di tingkat tapak. DLHK berharap edukasi yang diberikan dapat memotivasi petani untuk mengelola kebun secara lebih bertanggung jawab, mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem, serta memastikan keberlanjutan lahan bagi generasi mendatang.

Dengan semakin luasnya pemahaman mengenai ISPO, DLHK Kukar optimistis bahwa sektor perkebunan sawit lokal mampu naik kelas tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dalam penerapan praktik pertanian berkelanjutan yang diakui dunia. (adv/dlhk)

BACA JUGA