DLHK Kukar Perluas Sistem Pengawasan AMDAL, Dorong Industri Lebih Taat dan Transparan

Taupiq, Sekertaris DLHK Kukar.

 

Onlineku.Info, Kukar – Upaya meningkatkan kualitas lingkungan di Kutai Kartanegara terus diperkuat oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar melalui penerapan pengawasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang lebih sistematis dan komprehensif. Tidak hanya fokus pada pemeriksaan rutin, DLHK kini mengembangkan pola pengawasan berbasis edukasi, transparansi, dan kolaborasi agar perusahaan mampu menerapkan standar keberlanjutan secara konsisten.

Sekretaris DLHK Kukar, Taufiq, menjelaskan bahwa pengawasan AMDAL merupakan fondasi penting dalam memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai aturan. Melalui pemeriksaan berkala, pengambilan sampel di lapangan, peninjauan dokumen teknis, hingga evaluasi laboratorium, DLHK ingin memastikan bahwa setiap perusahaan benar-benar memahami konsekuensi lingkungan dari aktivitas produksinya. “Kalau tidak ada pengawasan, penyelesaian pelanggaran tidak akan muncul. Kami berdiri di garis depan untuk memastikan perusahaan patuh terhadap ketentuan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Menurut Taufiq, pengawasan AMDAL tidak hanya berfungsi sebagai alat penegakan hukum, tetapi juga sebagai ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha. Banyak perusahaan yang membutuhkan pendampingan teknis, terutama dalam hal pengelolaan limbah, inovasi teknologi ramah lingkungan, serta peningkatan kapasitas SDM di bidang kesehatan lingkungan. Melalui pendekatan ini, DLHK berharap perusahaan tidak hanya menaati aturan, tetapi juga membangun kesadaran internal mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Taufiq juga menyoroti bahwa keberlanjutan perusahaan sangat bergantung pada reputasi di mata publik dan pasar global. Produk dari perusahaan yang mengabaikan lingkungan kini semakin sulit diterima, terutama oleh pasar internasional yang menerapkan standar ketat terkait jejak karbon, manajemen limbah, dan perlindungan ekosistem. “Pendampingan dan pengawasan berjalan beriringan. Tujuan kami bukan hanya memberikan sanksi, tetapi memastikan kegiatan industri tetap layak, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

DLHK Kukar juga memperkuat sistem pelaporan perusahaan agar lebih transparan. Dengan sistem ini, perusahaan diharapkan melaporkan potensi risiko, hasil pemantauan limbah, hingga perubahan aktivitas produksi yang berkaitan dengan lingkungan. Setiap laporan akan diverifikasi, kemudian disesuaikan dengan hasil pemeriksaan lapangan. Bila ditemukan ketidaksesuaian, DLHK akan memberikan rekomendasi perbaikan hingga sanksi administratif.

Penguatan pengawasan AMDAL ini menjadi bagian penting dari visi besar DLHK Kukar untuk menciptakan ekosistem industri yang bertanggung jawab. Dengan pengawasan yang lebih ketat, proses pendampingan yang lebih intensif, dan budaya kepatuhan yang terus ditumbuhkan, DLHK optimistis bahwa kawasan industri di Kukar dapat berkembang tanpa meninggalkan jejak kerusakan lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ekonomi tetap berjalan seiring dengan kualitas lingkungan yang baik. AMDAL bukan formalitas, tetapi instrumen untuk memastikan keberlanjutan generasi mendatang,” tutup Taufiq. (adv/dlhk)

BACA JUGA