
Onlineku.Info, Kukar — Ketua Tim Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Anggara Aditia Pratama Putera, memaparkan hasil kajian awal terkait kondisi lingkungan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjelang rencana pembangunan kawasan industri PT Mahakam Kawasan Industri Bersama. Pemaparan dilakukan di hadapan sejumlah pemangku kepentingan dan mencakup aspek kualitas air tanah, flora dan fauna, serta kondisi lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Anggara menjelaskan, kualitas air tanah di dua titik pemukiman warga masih berada di bawah ambang batas maksimum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023, sehingga aman untuk digunakan masyarakat. Dari sisi vegetasi, wilayah rencana pembangunan didominasi tanaman kelapa, pisang, pepaya, serta tumbuhan herba dan pelindung seperti kumis kucing, meniran, patikan kerbau, teki, lamtoro, trembesi, dan waru. Kondisi ini mencerminkan tahap suksesi sekunder yang lazim pada lahan terganggu.
Aspek fauna mencatat keberadaan satwa domestik seperti ayam, kambing, anjing, dan kucing, serta satwa liar termasuk bajing kelapa, kelelawar buah, ular tanah, dan ular sawah. Serangga seperti jangkrik, kupu-kupu, capung, lebah, dan belalang juga ditemukan, menandai ekosistem alami yang masih bertahan. Kajian biota air menunjukkan indeks keanekaragaman spesies gastropoda di Sungai Mahakam menurun dari hulu ke hilir, dengan nilai indeks (H’) berkisar antara 1,79–1,87.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kukar, Yudiarta, menegaskan bahwa temuan awal ini menjadi dasar penting dalam penyusunan dokumen AMDAL. “Temuan-temuan ini akan menjadi acuan untuk memastikan pembangunan kawasan industri sejalan dengan perlindungan lingkungan,” katanya. Yudiarta menambahkan, keseimbangan antara kebutuhan industri dan kelestarian lingkungan menjadi komitmen utama dalam setiap proses perizinan di Kukar. (adv/dlhk)
