Onlineku.Info, Kutai Kartanegara – Kondisi jalan rusak di Dusun Merangan, Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, yang selama ini dikeluhkan warga akhirnya mendapat perhatian melalui aksi gotong royong yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, TNI, Polri, dan pihak perusahaan. Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan pada Jumat (19/6/2026) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Perbaikan jalan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan pengguna jalan.
Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto mengatakan, inisiatif perbaikan jalan tersebut berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi akses yang kerap membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
“Beberapa kali saya lewat di situ dan melihat langsung kondisinya. Saya juga mendengar banyak cerita dari masyarakat. Anak-anak sekolah sering jatuh, bahkan ada warga yang kesulitan ketika harus membawa anggota keluarganya yang sakit karena kondisi jalannya cukup rusak,” ujar Hari.
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Selain mengganggu mobilitas warga, kondisi jalan juga menghambat kegiatan ekonomi, pertanian, peternakan, hingga usaha mikro yang bergantung pada akses transportasi.
Berangkat dari kondisi itu, Hari bersama anggotanya berupaya mencari solusi. Salah satunya dengan menjalin komunikasi kepada pihak perusahaan agar turut membantu perbaikan jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Ia kemudian berkoordinasi dengan PT Multi Harapan Utama (MHU) untuk meminta bantuan material berupa batu guna menimbun ruas jalan yang rusak.
“Saya sampaikan kondisi yang ada dan meminta bantuan. Tapi saya juga memberikan catatan, kalau memang membantu, saya minta batu yang kualitasnya bagus. Karena sebelumnya pernah ada penimbunan menggunakan tanah liat dan justru menimbulkan keluhan karena saat hujan banyak pengendara yang terjatuh,” katanya.
Setelah melalui koordinasi internal, pihak perusahaan menyatakan kesediaannya membantu penyediaan material yang dibutuhkan.
Dalam pelaksanaannya, PT MHU memberikan dukungan berupa 10 ret batu koral yang digunakan untuk menutup titik-titik jalan yang berlubang. Selain itu, perusahaan juga menurunkan satu unit grader dan satu unit compactor guna membantu proses pemerataan dan pemadatan material jalan.
Sebelum pelaksanaan, Kapolsek juga meminta komitmen masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses perbaikan melalui gotong royong. Menurutnya, partisipasi warga menjadi bagian penting agar perbaikan yang dilakukan benar-benar menjadi kerja bersama.
“Alhamdulillah, Kepala Dusun dan tokoh masyarakat menyatakan siap. Mereka memang sudah lama merasakan dampak jalan rusak ini, sehingga ketika ada bantuan material, masyarakat siap turun langsung bergotong royong,” ungkapnya.
Kegiatan perbaikan pun dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur. Selain masyarakat, kegiatan tersebut juga diikuti oleh Pemerintah Desa Loh Sumber, aparat Koramil, personel Polsek Loa Kulu, serta pihak PT MHU.
Hari menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya soal memperbaiki jalan, tetapi juga menjadi contoh sinergi dan kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ruas jalan yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 1,8 kilometer atau hampir 2 kilometer. Jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Loh Sumber dengan sejumlah desa lain di Kecamatan Loa Kulu, yakni Jembayan Tengah, Jembayan Dalam, Sungai Payang, Lung Anai, dan Sungai Payang Hilir.
“Jalan ini sangat penting karena digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Di wilayah itu banyak usaha peternakan ayam petelur, pertanian, dan anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalan tersebut,” jelasnya.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena jalan yang diperbaiki merupakan akses vital yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga maupun distribusi hasil pertanian dan usaha masyarakat.
Meski demikian, Hari berharap upaya yang dilakukan saat ini dapat menjadi langkah awal bagi perbaikan yang lebih permanen di masa mendatang.
“Harapan masyarakat tentu jalan ini bisa segera ditingkatkan menjadi lebih baik oleh para pemangku kepentingan. Apa yang kami lakukan sekarang hanya langkah awal. Karena kalau hanya menunggu, masyarakat yang terus merasakan dampaknya. Maka kami bergerak bersama untuk mengurangi kesulitan yang mereka hadapi,” pungkasnya.
(Jie)
