Onlineku.Info, Tarakan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Sektor Pertanian dan Peternakan yang digelar di Aula Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Tarakan, Senin (15/12/2025).
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, sekaligus mendukung Program 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan tersebut secara khusus selaras dengan poin kedua program akselerasi yang menekankan pemberdayaan warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan pelatihan diselenggarakan oleh LPK Lapastar dengan Ketua Pelaksana Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Tarakan, Andhika Abrian. Program ini melibatkan jajaran Seksi Kegiatan Kerja serta menghadirkan delapan peserta Program Magang Nasional yang bertindak sebagai pemateri di bawah bimbingan langsung petugas Lapas.
Sebanyak 10 orang WBP yang telah melalui proses asesmen risiko ditetapkan sebagai peserta pelatihan. Mereka dibekali materi pertanian, perkebunan, dan peternakan melalui metode pembelajaran teori dan praktik lapangan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari kerja.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kesiapan warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
“Pelatihan ini merupakan wujud nyata implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki keterampilan yang aplikatif dan berdaya guna sebagai bekal kemandirian setelah bebas nanti,” ujar Jupri.
Menurut Jupri, sektor pertanian dan peternakan dipilih karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan serta relevan dengan kebutuhan pangan masyarakat. Selain itu, keterampilan di sektor ini dinilai memiliki peluang usaha yang luas dan mudah diaplikasikan.
Ia juga menambahkan bahwa pelibatan peserta Program Magang Nasional diharapkan dapat menciptakan ruang kolaborasi dan transfer pengetahuan yang efektif bagi warga binaan.
“Kami berharap kolaborasi ini mampu menumbuhkan semangat belajar dan membuka wawasan baru bagi warga binaan, sehingga hasil pembinaan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya,” tambahnya.
Ke depan, peserta pelatihan diproyeksikan menjadi tenaga inti dalam pengembangan unit pertanian dan peternakan di lingkungan Lapas Tarakan. Seksi Kegiatan Kerja akan melakukan evaluasi serta pendampingan lanjutan agar hasil pelatihan dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Tarakan menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pembinaan, tetapi juga sebagai ruang edukatif dan produktif dalam mencetak warga binaan yang mandiri, terampil, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat, sejalan dengan semangat pemasyarakatan modern dan berkelanjutan.
(Aji)


