Onlineku.Info, Tenggarong – Bunda PAUD Kabupaten Kutai Kartanegara, Andi Deezca Pravidia Aulia, resmi meluncurkan inovasi “Anak Etam” pada acara yang digelar di Tenggarong, Senin (14/10/2025) di Pendopo Bupati. Program ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pendataan dan peningkatan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kukar.
Inovasi ini bertujuan mendukung program wajib belajar 13 tahun, termasuk 1 tahun wajib PAUD, serta menjadi bagian dari implementasi program Kukar Idaman Terbaik yang fokus pada pembangunan sumber daya manusia berkarakter.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kukar menjelaskan, saat ini terdapat 29.425 anak usia PAUD di Kukar. Dari jumlah tersebut, 18.897 anak (64,2 persen) telah terdaftar di lembaga PAUD, sedangkan 10.528 anak (36,8 persen) belum mendapatkan layanan pendidikan.
“Kami ingin memastikan seluruh anak usia dini di Kukar terdaftar dan terlayani di PAUD yang bermutu. Melalui kolaborasi Anak Etam, kami akan melakukan percepatan pendataan dan peningkatan mutu,” ujar Andi Deezca.
Program Anak Etam memiliki filosofi dari bahasa Kutai, yang berarti “anak kita”, sebagai simbol kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam menyiapkan generasi emas Kutai Kartanegara.
Bunda PAUD Kukar menjelaskan bahwa pelaksanaan inovasi Anak Etam melibatkan kolaborasi seluruh stakeholder, baik dari unsur pemerintah, swasta, maupun masyarakat.
Beberapa langkah konkret yang dilakukan antara lain:
1. Aksi 3D (Data, Datangi, Daftarkan) anak-anak yang belum terlayani PAUD.
2. Sosialisasi kebijakan PAUD dan kelas parenting di 20 kecamatan.
3. Kerja sama lintas sektor dengan OPD teknis, perusahaan, dan masyarakat.
4. Kampanye wajib PAUD prasekolah dasar melalui media elektronik dan media luar ruang.
5. Peningkatan mutu layanan PAUD melalui pembinaan, akreditasi, dan dukungan bagi anak berkebutuhan khusus serta anak stunting.
Sementara itu, Plt Sekretaris Disdikbud Kukar Pujianto menjelaskan, inovasi Anak Etam merupakan bagian dari upaya pengembangan pendidikan anak usia dini holistik dan integratif, yang melibatkan berbagai instansi.
“Setiap elemen punya peran. DP3A menangani perlindungan anak, Dukcapil terkait data kependudukan, Dinas Kesehatan fokus pada gizi dan layanan kesehatan, hingga Dinas Perhubungan pada sumber belajar. Semua disinergikan agar hak anak terpenuhi,” terang Pujianto.
Ia menambahkan, kendala utama rendahnya partisipasi PAUD di Kukar disebabkan oleh rendahnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan anak usia dini.
“Masih banyak orang tua yang menganggap PAUD belum perlu. Padahal, anak yang pernah PAUD memiliki kesiapan belajar yang jauh lebih baik saat masuk SD,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Disdikbud Kukar juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru PAUD.
Program yang dijalankan meliputi peningkatan pendidikan S1 bagi guru PAUD dan fasilitasi pendidikan profesi guru (PPG) melalui beasiswa Kukar Idaman Terbaik.
“Kami dorong guru PAUD tidak hanya berkualifikasi S1, tapi juga bersertifikasi profesional agar mutu layanan pendidikan semakin meningkat,” tutup Pujianto.
Dengan hadirnya inovasi Anak Etam, Pemkab Kukar berharap seluruh anak usia 5-6 tahun dapat segera terlayani PAUD secara merata dan bermutu, sekaligus memperkuat pondasi menuju generasi emas Kukar.
(Aji R)

