Onlineku.Info, Tenggarong – Pembuatan 41 macam kue khas yang tersaji dalam acara sakral Ngatur Dahar di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara, Sabtu malam (20/9/2025), tidak bisa dilakukan sembarangan. Prosesnya hanya dipercayakan kepada kerabat Kesultanan, demi menjaga keaslian dan kelestarian resep yang diwariskan secara turun-temurun.
Sejak persiapan hingga prosesi berlangsung, suasana keraton dipenuhi kesakralan. Para kerabat yang diberi amanah khusus menyiapkan jajanan ini bekerja dengan penuh kehati-hatian, karena setiap kue dipercaya memiliki makna dan lambang tertentu.
Menurut Pangeran Noto Negoro, keterlibatan kerabat Kesultanan dalam pembuatan jajanan bukan hanya soal tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap warisan budaya.
“Untuk jajan-jajanan khas ini memang ada kerabat yang dipercayakan membuatnya. Itu untuk menjaga orisinalitas agar tetap sesuai dengan tradisi,” ujarnya.
Lebih dari sekadar sajian, jajanan dalam Ngatur Dahar diyakini memiliki nilai spiritual yang erat kaitannya dengan doa dan perlindungan bagi Sultan. Pangeran Mangkubumi Patih, menjelaskan, ada syarat-syarat tertentu dalam penyajiannya yang hanya dapat dijelaskan para belian, bahkan dalam istilah adat menggunakan bahasa dewa.
“Kue-kue ini bukan hanya pelengkap ritual, melainkan media doa yang dihaturkan ke alam lain, sebagai wujud perlindungan dan penghormatan kepada Sultan serta leluhur,” jelasnya.
Tradisi sakral ini menegaskan bahwa kehadiran 41 macam kue dalam Ngatur Dahar bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga sarana spiritual yang memperkuat ikatan masyarakat Kutai dengan leluhurnya.
(Aji R)
