Kukar Raih Peringkat Ketiga Nasional, Jadi Motor Ketahanan Pangan Kalimantan

Onlineku.Info, Kutai Kartanegara – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kian menegaskan diri sebagai lumbung pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) setelah meraih peringkat ketiga Indeks Ketahanan Pangan Nasional 2025. Capaian ini tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah, TNI, Bank Indonesia (BI), dan Kejaksaan dalam mendorong produktivitas petani melalui penerapan teknologi pertanian modern.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan mekanisasi dan inovasi bioinokulasi terbukti meningkatkan hasil panen secara signifikan.

“Dari 3,6 ton per hektare naik menjadi 6,2 ton. Ini luar biasa. Target kita, dengan 33.000 hektare sawah aktif, Kaltim bisa swasembada beras pada 2026,” ujarnya.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menambahkan bahwa daerahnya berfokus pada optimalisasi lahan, bukan pembukaan sawah baru.

“Kami dorong petani milenial dengan dukungan teknologi seperti drone dan alat berat. Tahun depan, targetnya satu kecamatan satu drone. Program kredit Kukar Idaman Terbaik juga kami tingkatkan menjadi Rp500 juta tanpa bunga,” jelasnya.

Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, menegaskan peran TNI dalam pendampingan petani.

“Kami bersinergi menata sistem pertanian yang lebih modern. Teknologi sangat membantu, dan kami siap mendukung peningkatan produktivitas petani Kaltim,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kukar Tengku Firdaus memastikan pengawalan hukum terhadap program agar tepat sasaran.

“Kejaksaan hadir memberikan edukasi, mendampingi kelompok tani, serta memastikan tidak ada penyimpangan. Kami juga ikut dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah melalui operasi pasar dan bazar murah,” tegasnya.

Kepala Perwakilan BI Kaltim menambahkan, program ini tidak hanya menjaga inflasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.

“Mekanisasi akan menekan biaya produksi dan menaikkan pendapatan petani. Hasil panen bisa diserap Bulog maupun langsung ke koperasi dan pasar modern,” jelasnya.

Dengan kolaborasi ini, Kukar tak hanya menjadi motor ketahanan pangan Kaltim, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional.
(Aji R)

BACA JUGA