Jembatan Baru Tenggarong Ditarget Rampung Desember, Jembatan Besi Jadi Ikon Heritage

Onlineku.Info, Tenggarong – Pembangunan jembatan pendamping Jembatan Besi di Tenggarong terus menunjukkan progres signifikan. Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani bersama Wakil Ketua I Abdul Rasyid serta anggota Komisi III meninjau langsung pengerjaan proyek yang berlokasi di simpang tiga Jalan Danau Semayang, Selasa (2/9/2025). Turut hadir mendampingi jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.

 

Proyek infrastruktur strategis ini dimulai pada April 2025 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025. Keberadaan jembatan baru diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas, terutama akses menuju kawasan pusat kota, sekaligus menjadi pintu masuk pengembangan sektor pariwisata Tenggarong.

 

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan pihaknya akan terus mengawal agar pekerjaan rampung tepat waktu.

 

“Kami tidak ingin ada proyek yang mangkrak. Jembatan ini harus selesai Desember. Dengan adanya jalur baru, beban Jembatan Besi lama akan terurai dan masyarakat mendapat akses yang lebih lancar,” ujarnya.

 

Selain berfungsi sebagai penghubung lalu lintas, keberadaan Jembatan Besi lama juga diproyeksikan menjadi ikon sejarah. Pemerintah daerah merencanakan pengalihfungsian jembatan tersebut sebagai jalur pedestrian dan pesepeda. Konsep ini sekaligus mempertegas Tenggarong sebagai kota bersejarah yang ramah wisata.

 

Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan dibagi menjadi dua paket pengerjaan.

 

“Struktur jembatan ditangani oleh bidang Bina Marga, sementara penataan turap sungai ditangani bidang Sumber Daya Air. Saat ini progres fisik jembatan sudah melewati angka 50 persen, dan turap sekitar 60 persen. Semuanya ditargetkan rampung sesuai kontrak, yaitu akhir tahun 2025,” jelasnya.

 

Tak hanya fokus pada pembangunan jembatan, rombongan DPRD juga meninjau progres penataan taman kota di Jalan Letjen S. Parman. Taman tersebut nantinya akan dipadukan dengan kawasan heritage dan ruang terbuka hijau, sehingga memberi nilai tambah bagi Tenggarong sebagai destinasi wisata.

 

“Kami ingin wajah Tenggarong semakin hidup. Jembatan baru untuk arus kendaraan, sementara Jembatan Besi tetap dipertahankan sebagai simbol heritage. Ditambah dengan taman dan tepian sungai yang tertata, Tenggarong akan semakin berkelas,” pungkas Wiyono.

 

Dengan rampungnya proyek ini, wajah ibu kota Kukar diproyeksikan berubah drastis. Tak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka ruang publik yang dapat menjadi kebanggaan warga, sekaligus memperkuat citra Tenggarong sebagai kota wisata bersejarah di Kalimantan Timur.

(Aji R)

BACA JUGA