Kuliner Khas Kukar Temani Seniman Dunia di Lanjong Art Festival 2025

Onlineku.Info, Kutai Kartanegara – Rangkaian kegiatan Lanjong Art Festival 2025 terus bergulir meriah. Pada Selasa (26/8/2025) sore, digelar acara “Jajak Merian” yang berlangsung di Kampung Seni Ladaya, Tenggarong. Agenda ini menampilkan berbagai jajanan tradisional khas Kutai Kartanegara yang dikemas dalam suasana penuh kebersamaan.

 

Dewan Pembina Yayasan Lanjong, Dedi Nala Arung, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kembali festival yang sempat vakum selama delapan tahun.

 

“Sebenarnya ini agenda dua tahunan, tapi terakhir dilaksanakan 2017. Baru 2025 ini bisa kembali digelar, setelah tertunda karena berbagai kendala, termasuk pandemi Covid-19,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, tahun ini festival mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

 

“Mudah-mudahan ini menjadi titik awal jembatan antara seniman dan pemerintah. Harapannya banyak karya lahir dari sini, yang bisa menegaskan identitas kita sebagai daerah yang menghargai budaya,” lanjutnya.

 

Festival kali ini juga diramaikan oleh partisipasi seniman dari berbagai negara.

 

“Kalau tidak salah ada sekitar enam sampai tujuh negara, di antaranya Taiwan, Brazil, Malaysia, Portugal, dan beberapa lagi. Selain itu juga hadir seniman dari Jawa, seperti Bandung dan Jawa Tengah. Mereka datang dengan biaya sendiri karena antusias mengikuti festival ini. Tentu sesuai adat kita, mereka dijamu dengan baik,” jelas Dedi.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Kukar, Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman Basri, yang hadir dalam acara “Jajak Merian” mengaku antusias dengan ragam jajanan tradisional yang disajikan.

 

“Acaranya seru sekali. Saya baru tahu ternyata banyak sekali kue khas Kutai Kartanegara. Tadi juga ketemu teman-teman dari luar negeri, ada yang dari Jepang dan Malaysia,” ungkapnya.

 

Deezca pun menyebut salah satu jajanan favoritnya dalam festival kuliner ini.

 

“Saya suka sekali getas. Dulu waktu hamil malah sering cari makanan itu. Jadi pas ada di sini, rasanya nostalgia banget,” ujarnya sambil tersenyum.

 

Ia berharap Lanjong Art Festival bisa terus berlanjut di tahun mendatang dengan lokasi yang lebih bervariasi.

 

“Mudah-mudahan tahun depan bisa diadakan lagi, tidak hanya di Ladaya, tapi mungkin juga di Pulau Kumala atau tempat wisata lainnya. Karena acara ini sangat seru dan bermanfaat untuk memperkenalkan budaya kita,” harapnya.

 

Dengan suguhan jajanan tradisional dan partisipasi lintas negara, “Jajak Merian” bukan hanya menjadi ruang untuk melestarikan kuliner khas lokal, tetapi juga ajang mempererat hubungan budaya antara seniman, pemerintah, dan masyarakat.

 

(Aji R)

BACA JUGA