Melihat Dapur Sehat Pastarung Lapas Tenggarong, Lebih Luas dan Dilengkapi Fasilitas Memadai

Suasana didalam Dapur Sehat Pastarung Lapas 2A Tenggarong (Jie/Onlineku.Info)

Onlineku.Info, Tenggarong — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong kini memiliki dapur baru dengan nama Dapur Sehat Pastarung. Dapur ini menjadi tempat pengolahan makanan bagi seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP), dengan ruang yang lebih luas, sirkulasi udara lebih baik dan fasilitas yang lebih memadai dibandingkan dapur sebelumnya. Senin (21/9/26).

 

Kepala Dapur Sehat Pastarung Lapas Kelas IIA Tenggarong, Josua, mengatakan perubahan paling terasa terdapat pada kondisi ruangan yang kini lebih luas dan tidak terlalu panas.

 

“Kalau dapur yang sekarang itu lebih luas. Kemudian tidak terlalu panas. Kalau yang sebelumnya panas karena ventilasi yang kurang,” ujar Josua.

 

Selain memberikan ruang kerja yang lebih nyaman, dapur baru tersebut juga dilengkapi sejumlah peralatan untuk menunjang proses memasak. Fasilitas yang tersedia antara lain kompor dan wajan yang difasilitasi dari pusat.

 

Bagi Josua, fasilitas tersebut cukup membantu aktivitas di dapur yang setiap hari harus menyiapkan makanan dalam jumlah banyak. Meski begitu, kebersihan tetap menjadi perhatian dalam setiap proses pengolahan makanan.

 

Pembersihan dan sterilisasi dilakukan setiap hari. Para tamping dapur juga menggunakan pakaian kerja lengkap saat menjalankan tugas, mulai dari proses memasak hingga makanan siap disajikan.

 

“Untuk perkembangannya sendiri sampai sekarang sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk sterilisasi ini selalu kami jaga setiap hari, sampai selesai pembersihan dan warga binaan, khususnya tamping dapur, kembali ke blok kamarnya masing-masing,” jelasnya.

 

Makanan yang disiapkan disesuaikan dengan jumlah WBP yang ada di dalam lapas. Saat ini, Dapur Sehat Pastarung menyiapkan makanan untuk sekitar 1.373 warga binaan.

 

“Kita masak sesuai jumlah warga binaannya. Misalnya jumlahnya 1.373, untuk sekarang kita masaknya segitu,” kata Josua.

 

Dalam sehari, WBP mendapatkan makanan tiga kali, yakni sarapan sekitar pukul 07.30 WITA, makan siang pukul 11.30 WITA dan makan malam sekitar pukul 16.00 WITA. Menu yang disajikan juga berbeda setiap harinya.

 

Untuk sarapan, aktivitas di dapur sudah dimulai sejak dini hari. Tamping yang mendapat jadwal piket malam dikeluarkan dari blok sekitar pukul 01.00 WITA dengan pengawalan petugas untuk mulai menyiapkan makanan.

 

“Mereka langsung memasak, biasanya mulai sekitar jam 2 sampai pagi untuk kemudian disiapkan dan disajikan,” ujarnya.

 

Dapur ini juga menjadi tempat bagi sejumlah warga binaan untuk ikut terlibat dalam proses pengolahan makanan. Namun, mereka tidak langsung ditugaskan sebagai tamping dapur. Ada proses seleksi dan asesmen yang harus dilalui terlebih dahulu.

 

“Untuk kokinya sendiri kita memakai warga binaan. Tetapi tidak semua. Kita pilih dan ada seleksinya, kemudian kita asesmen terlebih dahulu,” jelas Josua.

 

Saat ini terdapat sembilan orang tamping dapur. Mereka dibagi dalam jadwal piket pagi dan malam, kemudian melakukan pergantian setiap pekan.

 

“Satu set ada sembilan orang tamping dapur. Mereka rolling, ada yang piket pagi dan ada yang piket malam. Kemudian gantian setiap minggu,” katanya.

 

Kini, dengan dapur baru bernama Dapur Sehat Pastarung, proses menyiapkan makanan bagi ribuan WBP dilakukan di ruang yang lebih lega dan nyaman. Sirkulasi udara yang lebih baik serta fasilitas memasak yang tersedia turut menunjang aktivitas mereka setiap hari.

 

(Jie)

BACA JUGA