UMKM Kukar Digenjot Naik Kelas, Kredit Tanpa Bunga Jadi Andalan

Onlineku.Info, Kukar– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin serius mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang lewat berbagai program pembinaan dan akses permodalan. Pendekatan kolaboratif lintas dinas pun dijalankan agar tak ada sektor usaha yang tertinggal.

Dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah sesuai bidang, pembinaan dilakukan lebih menyeluruh. Pendekatan ini ditujukan untuk menjangkau wirausaha dari berbagai latar belakang, usia, dan sektor, serta memberikan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Kepala Bidang Pengembangan UKM Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Fathul Alamin, menegaskan bahwa sinergi ini adalah strategi untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha agar pembinaan tepat sasaran.

“Misalnya, wirausaha muda di bawah usia 30 tahun bisa dibina oleh Dispora. Untuk sektor pariwisata dapat dikolaborasikan dengan Dinas Pariwisata, perempuan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan pertanian tentu oleh Dinas Pertanian,” ujar Fathul belum lama ini .

Ia menambahkan, pembinaan yang dilakukan oleh Diskop UKM Kukar bersifat umum. Semua lapisan masyarakat yang menjadi pelaku usaha mikro tetap mendapat ruang untuk berkembang, tak peduli usia maupun latar belakang.

“Pembinaan dari kami sifatnya umum, meliputi semua lapisan masyarakat, tanpa membeda-bedakan usia, sektor, atau latar belakang pelaku usaha,” sambungnya.

Jumlah pelaku UMKM di Kukar saat ini mencapai sekitar 62 ribu orang. Mereka dibedakan ke dalam empat tingkatan, yaitu wirausaha baru, pemula, mapan, dan maju. Kategori ini digunakan untuk menentukan jenis pembinaan dan bantuan yang paling sesuai.

“Setiap pelaku usaha memiliki kecepatan tumbuh yang unik. Ada yang cukup dibina dalam hitungan bulan, namun ada juga yang membutuhkan waktu bertahun-tahun,” kata Fathul menjelaskan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan juga sangat ditentukan oleh kemauan dan ketekunan dari pelaku usaha itu sendiri.

“Sekuat apapun program pemerintah, kalau pelaku usahanya tidak niat berkembang, ya percuma. Tapi kalau ada semangat, mereka tetap bisa tumbuh meski tanpa banyak bantuan,” ujarnya dengan tegas.

Salah satu strategi yang terus digenjot adalah legalisasi usaha. Pemerintah Kukar mendorong UMKM untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga izin PIRT, agar usaha mereka legal dan dapat bersaing di pasar lebih luas.

Untuk aspek permodalan, program unggulan yang ditawarkan adalah Kredit Kukar Idaman, yakni pinjaman dengan bunga nol persen. Skema kredit ini telah berjalan lima tahun dan menjadi salah satu motor penggerak utama usaha kecil di Kukar.

“Plafon pinjaman berbeda sesuai kategori usaha. Untuk pedagang umum maksimal Rp10 juta, wirausaha baru maksimal Rp15 juta, wirausaha berkembang Rp25 juta, dan pelaku usaha sektor pertanian bisa mendapat hingga Rp50 juta,” urai Fathul.

Program ini dirancang agar UMKM tidak terjerat utang berbunga tinggi, namun tetap memiliki akses untuk memperluas produksi dan jangkauan pasar mereka. Selain permodalan, pelaku usaha juga didampingi dalam hal manajemen keuangan dan strategi bisnis.

Saat ini, Diskop UKM Kukar sedang menyiapkan peningkatan plafon kredit melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Tujuannya agar semakin banyak pelaku usaha yang bisa merasakan manfaat nyata dari program ini.

“Melalui RPJMD, kami berencana menaikkan plafon agar pelaku usaha bisa merasakan manfaat yang lebih besar dan usaha mereka semakin berkembang,” ungkap Fathul penuh harap.

Ia juga mengajak semua pelaku UMKM untuk lebih aktif mencari informasi dan memanfaatkan program pembinaan dan bantuan pemerintah. Menurutnya, semua fasilitas sudah disiapkan, tinggal bagaimana pelaku usaha memanfaatkannya dengan maksimal.

“Tujuan berwirausaha itu sederhana saja, supaya dompet tebal dan rekening juga tebal. Jadi, semangatlah dalam membesarkan usaha,” tutup Fathul dengan senyum dan semangat motivasi.

Program ini telah dirasakan manfaatnya oleh banyak pelaku UMKM. Salah satunya Anita, pengusaha camilan rumahan dari Tenggarong. Ia mengaku bisa memperluas produksi berkat akses permodalan yang diberikan pemerintah.

“Awalnya saya cuma produksi 10 bungkus per hari. Sekarang sudah bisa sampai 100 bungkus. Modal dari program kredit itu sangat membantu,” ujarnya.

Dengan berbagai program yang digulirkan, Pemerintah Kukar berharap UMKM di daerahnya tidak hanya tumbuh dalam jumlah, tetapi juga meningkat dari sisi kualitas dan daya saing. Pembinaan dan dukungan yang berkelanjutan menjadi kunci agar UMKM benar-benar naik kelas. (ADV/DISKOMINFO).

BACA JUGA