Onlineku.Info, Tenggarong — Kehadiran transportasi baru berupa bajaj modern berbasis aplikasi di Tenggarong mulai menarik perhatian masyarakat. Untuk memastikan kesiapan armada sekaligus legalitas operasionalnya, Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, turun langsung meninjau Basecamp PT Vahana Bajaj Sukses di kawasan Timbau, Jumat (10/4/2026).
Dalam peninjauan tersebut, tercatat sebanyak 12 unit bajaj telah disiapkan untuk tahap awal operasional, dengan 12 sopir yang sudah bergabung dan siap melayani masyarakat.
Meski demikian, Rendi menegaskan bahwa operasional penuh untuk sementara masih ditahan sambil menunggu regulasi daerah dalam bentuk peraturan daerah (perda) selesai dibahas.
“Untuk izin kendaraan semuanya sudah keluar dari Polres, STNK juga sudah terbit, sehingga kendaraan sudah boleh digunakan di jalan. Tetapi untuk beroperasi sebagai kendaraan umum, izinnya masih belum ada. Karena itu sementara kita hold dulu sampai izin tersebut keluar,” ujarnya saat meninjau basecamp.
Menurutnya, kehadiran layanan transportasi baru ini menjadi salah satu indikator perkembangan daerah, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal.
“Ketika sudah ada layanan seperti ini, tentu kita sambut dengan baik. Salah satu indikator wilayah maju adalah transportasinya yang sudah baik,” kata Rendi.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini telah berkoordinasi dengan DPRD untuk mempercepat pembahasan perda yang nantinya menjadi dasar hukum operasional, termasuk pengaturan jumlah armada, tarif, dan mekanisme layanan.
“Perda nantinya menjadi pagar, batasan, dan aturan yang jelas. Tidak bisa aplikasi menentukan tarif sendiri tanpa dasar hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Pengawas PT Vahana Bajaj Sukses, Adi, menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat dan dukungan dari pemerintah daerah terhadap layanan baru tersebut.
Menurutnya, selama masa uji coba dua hari terakhir, respons masyarakat Tenggarong cukup positif.
“Alhamdulillah respons masyarakat cukup bagus. Selalu ada peminat,” ujarnya.
Adi menyebut, untuk tahap awal saat ini tersedia 12 unit armada dengan 12 sopir yang siap beroperasi. Namun pihak perusahaan tetap mematuhi arahan pemerintah daerah dengan menahan sementara operasional sambil menunggu kejelasan regulasi.
Ke depan, layanan bajaj berbasis aplikasi yang menggunakan aplikasi lokal tersebut direncanakan juga akan diperluas ke beberapa kota dan kabupaten lain di wilayah Kalimantan.
(Jie)

