Tragedi Kebakaran di Tenggarong Jadi Peringatan, Wabup Kukar Dorong Pencegahan Dini

Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin (Ist/*)

Onlineku.Info, Kutai Kartanegara – Tragedi kebakaran di Tenggarong yang merenggut nyawa seorang ayah dan dua anaknya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan camat memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

Rendi menilai, upaya mencegah kebakaran perlu dimulai dari lingkungan masyarakat. Karena itu, ia mendorong pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), patroli malam, serta peningkatan mitigasi bencana hingga tingkat kelurahan dan rukun tetangga (RT).

 

Menurutnya, langkah tersebut membutuhkan koordinasi antara OPD teknis, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan pengurus RT agar pencegahan tidak hanya menjadi imbauan, tetapi juga diterapkan secara nyata di lingkungan warga.

 

“Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” ujar Rendi.

 

Ia menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, terlebih setelah peristiwa kebakaran di Tenggarong menimbulkan korban jiwa. Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan perlu diperkuat sebelum bencana terjadi, bukan hanya berfokus pada penanganan setelah kebakaran.

 

“Keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi fokus kita hari ini,” tegasnya.

 

Selain mendorong patroli lingkungan, Rendi meminta pemerintah meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi penyebab kebakaran. Warga perlu lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik, penggunaan kompor, serta berbagai hal yang berisiko memicu kebakaran di kawasan permukiman.

 

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah di tingkat kecamatan hingga RT untuk mengenali potensi bahaya sejak dini. Dengan keterlibatan masyarakat dan pengawasan yang lebih baik, risiko kebakaran diharapkan dapat diminimalkan.

 

Di samping pencegahan, kesiapan petugas dan relawan pemadam kebakaran juga menjadi perhatian. Rendi meminta dukungan terhadap Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakarcana) ditingkatkan, baik melalui penyediaan peralatan, pelatihan, perlindungan relawan, maupun kesiapan operasional saat menghadapi keadaan darurat.

 

“Peralatan harus memadai dan para relawan harus didukung,” katanya.

 

Menurut Rendi, kebutuhan sarana dan prasarana tersebut perlu menjadi perhatian dalam perencanaan serta penganggaran pemerintah daerah. Kelengkapan peralatan dan kesiapan personel dinilai berpengaruh terhadap kecepatan penanganan ketika kebakaran terjadi.

 

Ia pun meminta OPD dan camat tidak menunggu terjadinya musibah baru mengambil langkah. Koordinasi antarpemerintah dan partisipasi masyarakat harus berjalan beriringan agar pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

 

“Jangan menunggu musibah terjadi baru kita bergerak. Setiap menit sangat berarti dan setiap nyawa harus kita lindungi,” pungkasnya.

 

(Jie)

BACA JUGA