Onlineku.Info, – Prosesi pendirian Tiang Ayu menjadi tanda dimulainya pesta adat Erau di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Tiang Ayu diyakini sebagai pusaka peninggalan Aji Batara Agung Dewa Sakti, pendiri Kesultanan, yang secara tradisi berbentuk tombak dan berfungsi sebagai simbol sakral penanda pembukaan upacara. Senin (22/9/2025).
Menurut penjelasan Pangeran Noto Negoro, prosesi pendirian tiang dilakukan oleh para pangeran Kesultanan bersama pejabat tinggi negara, pejabat daerah, serta tokoh masyarakat.
“Jumlahnya harus ganjil, tidak boleh genap, dan semuanya laki-laki. Posisinya juga tidak boleh membelakangi Sungai Mahakam,” ungkapnya. Sultan hanya bertindak sebagai saksi dan tidak ikut mendirikan tiang praktik yang selaras dengan pembatasan peran Sultan dalam beberapa ritual tradisional Erau modern.
Dalam perspektif etnografi dan studi tradisi, Tiang Ayu tidak hanya simbol politik tetapi juga ruang penempatan sejumlah benda bersembunyi (pusaka) yang diasumsikan memberi berkah. Beberapa studi dan catatan lapangan menggambarkan benda-benda yang digantung pada tiang (seperti sangkoh/pisau pusaka, pinang, dan bungkusan kuning) serta perubahan orientasi tiang yang memiliki makna kosmologis (arah matahari, kesuburan).
Prosesi ini diyakini sebagai penanda bahwa Erau telah resmi dimulai, dengan harapan mendatangkan keberkahan bagi rakyat Kutai Kartanegara melalui limpahan hasil pertanian dan perkebunan. Secara historis Erau sendiri berkembang dari ritual penobatan raja menjadi pesta kebudayaan yang juga mengundang masyarakat luas.
(Aji R)

