Si Jago Merah Kepung Timbau Gang 9, 4 Rumah Ludes, 6 Warga Dilarikan ke RS

Damkarmatan Kukar sedang melakukan pemadaman

Onlineku.Info, Tenggarong – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Timbau, Gang 9, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.

Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap sedikitnya empat rumah. Tiga bangunan lainnya turut terdampak dalam peristiwa tersebut. Enam warga juga dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Aji Muhammad Parikesit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kukar, Fida Hurasani, mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Sebanyak delapan unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.

“Kurang lebih pemadaman berlangsung satu jam. Kalau seluruhnya turun, ada sekitar delapan unit yang kami kerahkan,” ujar Fida Hurasani.

Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari lokasi bangunan yang berada di bagian dalam permukiman hingga keterbatasan pasokan air.

Kondisi air sungai yang surut cukup jauh membuat suplai air ke titik kebakaran sempat tidak maksimal. Situasi itu diperparah angin yang cukup kencang sehingga kobaran api lebih cepat membesar dan berpotensi menjalar ke bangunan lainnya.

“Suplai kita sempat macet karena pasokan air surut jauh ke bawah. Ditambah angin yang cukup kencang, air kami tidak maksimal sampai ke titik api. Jadi, kami hanya bisa melakukan pemblokiran,” jelasnya.

Cuaca terik dan kondisi musim kemarau juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman.

Selain faktor cuaca, kepadatan permukiman di sekitar lokasi membuat petugas harus menerapkan strategi agar api tidak semakin meluas. Posisi rumah yang terbakar berada cukup jauh dari akses jalan utama sehingga kendaraan pemadam harus mencari akses yang memungkinkan untuk mendekati titik api.

“Memang agak sulit karena aksesnya. Bangunan yang terbakar tidak berada di pinggir jalan, tetapi agak ke belakang, di tengah-tengah. Jadi kami harus mencari akses yang strategis agar unit bisa masuk,” katanya.

Dari tujuh bangunan yang terdampak, empat rumah mengalami kerusakan berat hingga ludes terbakar. Sebagian besar bangunan yang terbakar diketahui menggunakan material kayu.

Sementara sejumlah bangunan dengan konstruksi beton juga terdampak. Namun, kerusakan pada bangunan tersebut terutama terjadi di bagian atap.

“Yang kayu habis. Ada juga yang beton, tetapi yang beton tadi hanya bagian atapnya yang terdampak,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sebanyak enam warga dilarikan ke UGD RSUD Aji Muhammad Parikesit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Sejumlah warga juga sempat mengalami kepanikan saat berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api.

Terkait penyebab kebakaran, Fida Hurasani belum dapat memastikan. Saat petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah cukup besar.

“Dugaan sementara kami belum berani menyampaikan. Ketika kami datang, api sudah sangat besar. Nanti petugas yang berwajib melakukan olah TKP, kemudian dari situ akan diketahui seperti apa penyebabnya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kebakaran di kawasan permukiman padat harus mendapat perhatian serius. Kendati lokasi berada di sekitar bantaran sungai, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat proses pemadaman menjadi mudah.

“Kami tidak pernah menganggap remeh, walaupun kejadian itu di pinggir bantaran sungai. Tidak mesti semuanya berjalan lancar, apalagi dalam situasi seperti ini,” tegasnya.

Menurut Fida, ketersediaan sumber air menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan kebakaran, terutama ketika musim kemarau membuat debit air sungai mengalami penyusutan.

“Pemadaman itu banyak pola dan strategi, tetapi banyak juga tantangannya, terutama sumber air yang kami khawatirkan,” pungkasnya.

Sementara itu, total kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Pihak berwenang juga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab serta kronologi lengkap kejadian tersebut.

(Jie)

BACA JUGA