Setelah Sempat Anjlok ke Rp2.500, Harga Sawit di Kutai Kartanegara Kini Capai Rp3.400 per Kilogram

foto: Kepala Dinas Perkebunan Kukar Muhammad Taufik

Onlineku.Info, Tenggarong – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara kembali menunjukkan tren positif setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan hingga menyentuh angka Rp2.500 per kilogram. Kamis (25/6/26).

Kepala Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara, Muhammad Taufik, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan pelaporan harga sawit setiap hari guna memastikan perkembangan harga di tingkat petani.

Menurutnya, berdasarkan laporan harga per 24 hingga 25 Juni 2026, harga TBS sawit untuk petani non-mitra kini telah kembali berada pada kisaran Rp3.100 hingga Rp3.300 per kilogram. Bahkan di sejumlah wilayah terdapat harga yang mencapai Rp3.400 per kilogram.

“Waktu kemarin harga sempat turun sampai Rp2.500 per kilogram, namun sekarang Alhamdulillah sudah kembali naik. Untuk non-mitra saat ini rata-rata berada di angka Rp3.100 sampai Rp3.300 per kilogram, bahkan ada yang mencapai Rp3.400 per kilogram,” ujar Taufik.

Sementara itu, untuk petani plasma atau petani yang tergabung dalam koperasi dan bermitra dengan perusahaan, harga TBS masih bertahan pada level Rp3.300 per kilogram dan dinilai cukup konsisten.

“Kalau TBS yang berasal dari koperasi yang bermitra atau plasma, harganya masih di kisaran Rp3.300 per kilogram dan sampai saat ini masih konsisten,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga TBS sawit tersebut dipengaruhi oleh stabilnya harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) serta harga minyak inti sawit atau Palm Kernel Oil (PKO) di pasar internasional yang menjadi komponen utama dalam penetapan harga sawit.

“Harga yang paling memengaruhi adalah harga CPO dan harga PKO. Saat ini harga CPO dunia relatif stabil sehingga memberikan dampak positif terhadap harga TBS di tingkat petani,” katanya.

Menurut Taufik, meskipun terdapat sejumlah faktor koreksi dalam formula penetapan harga TBS, kondisi pasar global yang masih baik membuat harga sawit di daerah tidak mengalami stagnasi dan justru kembali mengalami penguatan.

“Kita bersyukur harga CPO dunia masih relatif stabil. Kondisi ini membuat harga sawit di tingkat petani kembali membaik,” pungkasnya.

(Jie)

BACA JUGA