Onlineku.Info, Kutai Kartanegara – Suasana hangat menyelimuti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tenggarong dalam acara serah terima jabatan (sertijab) dan pisah sambut Kepala LPKA, Rabu (1/10/2025). Jabatan Kepala LPKA yang sebelumnya diemban Auliya Zulfahmi, kini resmi diserahterimakan kepada pejabat baru, Zulhendri, acara pisah sambut dan sertijab ini berlangsung di ruang serbaguna Dispora Tenggarong seberang.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kakanwil Kemenkumham Kalimantan Timur dan Utara, Hernowo, jajaran pejabat pemasyarakatan, unsur Forkopimda Kutai Kartanegara, hingga mitra lintas sektor.
Kakanwil Hernowo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Auliya Zulfahmi atas dedikasinya memimpin LPKA Tenggarong selama tujuh bulan dua puluh hari.
“Kontribusi Pak Zulfahmi sangat luar biasa, meski waktunya singkat. Hubungan baik dengan mitra, sinergi dengan pemerintah daerah, dan inovasi dalam pembinaan anak binaan sangat berkesan,” ujar Hernowo.
Dalam sambutan perpisahannya, Auliya Zulfahmi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pegawai, mitra, dan pemerintah daerah yang selalu mendukung program LPKA. Ia menyoroti pentingnya program konseling sebagai salah satu inovasi pembinaan anak binaan yang berhasil dijalankan selama masa kepemimpinannya.
“Kami mohon maaf apabila selama bertugas ada kekurangan. Setiap kritik dan saran menjadi bekal berharga. Kini kami mohon doa restu karena akan melanjutkan tugas sebagai Kalapas Kelas IIB Muara Enim, Sumatera Selatan,” ungkapnya penuh haru.
Pejabat baru, Zulhendri, memperkenalkan diri bersama sang istri dan berkomitmen melanjutkan program yang telah dirintis pendahulunya.
“Saya mohon izin bergabung di Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara. Dengan dukungan Kakanwil, Bupati, Forkopimda, serta seluruh rekan kerja, mari kita bersama mencetak generasi penerus bangsa yang lebih baik melalui pembinaan anak binaan,” ucap Zulhendri.
Selain memberi apresiasi, Kakanwil Hernowo menekankan agar Kepala LPKA yang baru terus menjalin sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Ia juga mengingatkan pentingnya mendukung program strategis Kementerian Hukum dan HAM, seperti ketahanan pangan, pemberantasan narkoba, hingga pengendalian penggunaan handphone di dalam lapas.
“Pembinaan anak binaan harus dengan pendekatan hati ke hati. Mereka memang sedang menjalani pidana, tapi tetap harus diperlakukan manusiawi,” ujarnya.
Acara pisah sambut berlangsung hangat. Doa, kesan dan pesan, hingga pantun perpisahan dari Auliya Zulfahmi menambah suasana haru sekaligus akrab. Para tamu undangan pun menyampaikan selamat jalan kepada Zulfahmi serta selamat datang dan sukses untuk Zulhendri dalam menjalankan amanah barunya.
(Aji R)

