SDN 021 Terdampak Kebakaran, Disdikbud Kukar Upayakan Rehabilitasi dalam Waktu Dekat

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Heriansyah (Jie/Onlineku.Info)

Onlineku.Info, Tenggarong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengupayakan rehabilitasi SDN 021 yang terdampak kebakaran di Gang Karya, Jalan Kartini, beberapa hari lalu. Usulan revitalisasi telah disampaikan kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) agar perbaikan bangunan sekolah dapat segera dilakukan. Jumat (16/10/26).

 

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan identifikasi terhadap kerusakan bangunan sebelum mengajukan usulan revitalisasi. Ia berharap proses rehabilitasi dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

 

“Setelah melakukan identifikasi, langsung kita laporkan ke BPMP untuk diusulkan revitalisasi. Kemarin juga sudah ada komitmen agar dalam waktu dekat bisa dilakukan rehabilitasi sekolah tersebut,” ujar Heriansyah.

 

Akibat kebakaran tersebut, sedikitnya tiga ruang kelas dan satu toilet murid mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan. Kondisi ini menjadi perhatian Disdikbud Kukar agar fasilitas sekolah dapat segera dipulihkan dan kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan baik.

 

Selain mengupayakan perbaikan bangunan, Disdikbud Kukar juga membuka pos pengaduan bagi masyarakat yang ijazahnya ikut terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu warga menindaklanjuti dokumen pendidikan yang hilang akibat peristiwa kebakaran.

 

Disdikbud turut memberikan kelonggaran bagi guru yang terdampak. Mereka diperbolehkan melakukan absensi dari lokasi tempat mereka sedang melakukan pemulihan dan perbaikan pascakebakaran.

 

Heriansyah menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan, tidak ada komputer yang ikut terbakar. Sejumlah kursi di sekolah tersebut juga masih dapat digunakan sehingga beberapa fasilitas penunjang pembelajaran tetap bisa dimanfaatkan.

 

Meski begitu, kegiatan belajar mengajar tetap menyesuaikan kondisi lingkungan, terutama apabila asap sisa kebakaran masih berpotensi membahayakan kesehatan siswa dan tenaga pendidik.

 

“Mulai Senin, kegiatan sekolah sudah berjalan kembali. Namun, metode pembelajarannya menyesuaikan situasi dan kondisi. Kalau asap masih cukup berbahaya, kita lakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ),” jelasnya.

 

Terkait kebutuhan perbaikan, Heriansyah memperkirakan biaya rehabilitasi bangunan sekolah mencapai sekitar Rp2 miliar. Angka tersebut merupakan estimasi biaya untuk memulihkan bangunan agar kembali layak digunakan.

 

(Jie)

BACA JUGA