Onlineku.Info, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2025. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai Selasa, 20 Oktober 2025, dan dipusatkan di Gedung ISBI Tenggarong.
Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Saidar, Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, usai rapat koordinasi persiapan kegiatan tersebut.
“Rapat hari ini membahas kesiapan pameran kebudayaan yang menjadi agenda utama PKD tahun ini. Kami mengangkat tema tentang 10 pemajuan obyek kebudayaan, dan melibatkan sejumlah OPD terkait,” ujarnya.
Berbagai instansi akan berpartisipasi dalam pameran tersebut. Dispora Kukar akan menampilkan olahraga tradisional seperti gasing, belogo, dan enggrang, sementara Dinas Koperasi dan UMKM akan menghadirkan produk-produk kuliner dan olahan lokal khas Kutai Kartanegara.
Kegiatan pameran dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dan akan ditutup dengan puncak acara berupa Anugerah Budaya, sebagai bentuk apresiasi bagi seniman dan budayawan yang berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah.
“Meski persiapannya cukup singkat, dukungan semua pihak sangat kuat. Progres sudah mencapai sekitar 85 persen, dan seluruh OPD siap menyukseskan kegiatan ini,” jelas Saidar.
Dalam pelaksanaan teknis, Disdikbud bekerja sama dengan Kukar Kreatif sebagai vendor penyelenggara.
“Konsep kegiatan tetap berlandaskan nilai-nilai budaya Kutai. Vendor mengikuti konsep yang kami tetapkan agar pameran tetap menonjolkan kekhasan daerah,” tambahnya.
Selain pameran di Gedung ISBI, kegiatan pendukung juga akan digelar di Planetarium Tenggarong, yang menampilkan berbagai atraksi budaya dan pertunjukan tradisional.
PKD 2025 juga diharapkan menjadi ajang edukasi budaya bagi pelajar.
“Kami mengajak sekolah-sekolah agar siswa mereka berkunjung ke pameran. Harapannya, generasi muda mengenal dan mencintai budaya Kutai,” pungkas Saidar.
Tercatat, sedikitnya 12 stan akan berpartisipasi dalam kegiatan ini, terdiri dari OPD, komunitas pelestari budaya, pelaku UMKM, hingga unsur pariwisata.
(Aji R)

