Onlineku.Info, Jakarta – Presiden Republik Indonesia meresmikan pembangunan dan rehabilitasi sejumlah jembatan Bailey di berbagai wilayah pada Senin (9/3/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah guna mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.
Sejumlah jembatan yang diresmikan tersebar di beberapa kabupaten di Provinsi Aceh. Di antaranya Jembatan Gantung Garuda 1 di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Jembatan Gantung Garuda 2 di Desa Ara, Kecamatan Sawang, Kabupaten Pidie Jaya. Selain itu, terdapat pula jembatan gantung di Desa Lhok Kuyun, Kabupaten Aceh Utara, serta Jembatan Gantung Gampong Teungoh dan Blang Teurkan di wilayah yang sama.
Pemerintah juga meresmikan sejumlah jembatan Armco, yakni Jembatan Armco Alue Gadeng Dua dan Alue Sentang di Kabupaten Aceh Tamiang, Jembatan Armco Paya Biliesa di Kabupaten Aceh Timur, serta Jembatan Armco Bate Raya dan Juli Tambo di Kabupaten Bireuen.
Sementara itu, beberapa Jembatan Bailey yang turut diresmikan meliputi Jembatan Bailey Teupin Mane, Teupin Reudeup, Cot Jeumpa, Kuta Blang, dan Wisata Laut Jangka di Kabupaten Bireuen. Selain itu terdapat Jembatan Bailey Alue Laehop dan Panton Nisam di Kabupaten Aceh Utara, Jembatan Bailey Bener Pepanyi di Kabupaten Bener Meriah, serta Jembatan Bailey Situban Makmur di Kabupaten Aceh Singkil.
Pembangunan jembatan-jembatan tersebut dilakukan untuk menggantikan akses lama yang rusak sekaligus membuka jalur transportasi baru di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Dengan hadirnya infrastruktur tersebut, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, distribusi logistik dapat berjalan lebih efisien, serta akses terhadap pelayanan publik semakin mudah.
Jembatan Bailey sendiri merupakan konstruksi jembatan rangka baja modular yang dapat dipasang dengan cepat, sehingga banyak digunakan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah dengan kondisi geografis yang menantang maupun untuk kebutuhan darurat.
Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat konektivitas nasional serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Pangdam menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini menjadi langkah strategis dalam membuka akses wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya jembatan ini, mobilitas masyarakat akan semakin lancar, distribusi logistik menjadi lebih mudah, dan aktivitas ekonomi daerah dapat berkembang lebih baik. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan sekaligus menjaga infrastruktur ini bersama-sama,” ujarnya.
Pendam VI/Mlw.
(Jie)
