Onlineku.Info, Tenggarong – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar Masa Perkenalan (MAPERTA) dan Seminar Kepemudaan sebagai upaya memperkuat kapasitas serta kepemimpinan generasi muda Kristen di daerah. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Sabtu (30/5/2026) itu turut dihadiri Bupati Kutai Kartanegara beserta organisasi kepemudaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kutai Kartanegara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MAPERTA dan Seminar Kepemudaan GAMKI. Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Bupati menilai GAMKI merupakan organisasi yang inklusif karena mampu menghimpun pemuda Kristen dari berbagai latar belakang gereja dan denominasi. Semangat tersebut, kata dia, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara yang mengedepankan kolaborasi dan kebersamaan.
“Jangan pernah berpikir pembangunan di Kutai Kartanegara akan berhasil apabila kita tidak kompak. Jika kita tercerai-berai, maka pembangunan tidak akan berjalan sebagaimana yang kita harapkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan visi Kukar Idaman Terbaik membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang tergabung dalam berbagai organisasi kepemudaan.
Karena itu, Bupati berpesan kepada seluruh pengurus dan anggota GAMKI agar senantiasa menjaga kekompakan organisasi serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk melahirkan ide dan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Perbedaan bukan untuk memecah belah, tetapi menjadi kekayaan yang dapat memperkuat organisasi dan menghasilkan solusi terbaik,” katanya.
Bupati juga mendorong GAMKI untuk menjadi organisasi yang aktif bergerak dan hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial maupun pemberdayaan pemuda.
Menurutnya, eksistensi organisasi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kita harus bergerak, melangkah, dan berbuat untuk masyarakat. Di luar sana masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan dari para pemuda,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua GAMKI Kutai Kartanegara, Janes Manaek Pasaribu, menyampaikan bahwa MAPERTA yang digelar tahun ini merupakan angkatan kedua dengan jumlah peserta yang meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Pada MAPERTA pertama jumlah peserta sekitar 150 orang, sedangkan tahun ini mencapai sekitar 250 peserta. Ini menunjukkan antusiasme pemuda Kristen untuk terlibat dalam organisasi dan pembangunan daerah semakin tinggi,” ujarnya.
Janes menjelaskan, sejak dilantik, GAMKI Kutai Kartanegara telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut di antaranya berbagi kasih ke panti asuhan, penggalangan bantuan bagi korban bencana di sejumlah daerah, hingga edukasi bahaya narkoba bagi mahasiswa.
“Kami berupaya menjalankan semangat GAMKI, yaitu suka memberi dan pantang meminta. Karena itu kami terus bergerak melalui kegiatan sosial yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu, GAMKI juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terkait dukungan fasilitas ambulans sosial untuk pelayanan kedukaan umat Kristiani. Selain itu, melalui seminar kepemudaan yang digelar, GAMKI berharap para peserta dapat memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan, kewirausahaan, dan pengembangan UMKM sehingga mampu menjadi generasi muda yang mandiri serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.
(Jie)