Mahulu Kaji Pemanfaatan Sampah Jadi Biodiesel, Dorong Kemandirian Energi dan UMKM

Onlineku.Info, Mahakam Ulu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) terus mengembangkan berbagai inovasi berbasis potensi lokal sebagai upaya menjawab tantangan di daerah. Salah satunya melalui kajian pemanfaatan sampah menjadi biodiesel yang diharapkan mampu mendukung kemandirian energi sekaligus memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat RT dan Dasawisma.

 

Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, mengatakan pemerintah daerah bersama Tim Penggerak (TP) PKK saat ini tengah mengkaji berbagai alternatif pemanfaatan limbah agar memiliki nilai tambah. Selain diolah menjadi paving block, sampah juga diproyeksikan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif berupa biodiesel.

 

“Saat ini kami sedang mengkaji kembali bersama TP PKK mengenai pemanfaatan sampah menjadi biodiesel. Apabila tidak memungkinkan dijadikan paving block, kami berharap limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan solar di Mahakam Ulu,” ujarnya.

 

Menurut Suhuk, inovasi tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah dan menjadi referensi bagi Mahulu dalam mencari solusi atas keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, yang masih menjadi tantangan di wilayah perbatasan. Senin (27/6/26).

 

“Program seperti ini sudah diterapkan di daerah lain dan menjadi referensi bagi kami. Mudah-mudahan inovasi tersebut dapat membantu mengatasi keterbatasan pasokan BBM di Mahakam Ulu, terutama karena harga solar saat ini cukup tinggi,” katanya.

 

Selain mengembangkan inovasi di sektor energi, Pemkab Mahulu juga terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) RT dan Dasawisma. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak kelompok usaha produktif yang dikelola masyarakat.

 

Suhuk menjelaskan, pemerintah menargetkan setiap RT memiliki sedikitnya satu kelompok Dasawisma yang aktif mengembangkan berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, pakaian adat, topi, hingga produk kreatif khas Mahulu.

 

“Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu memiliki program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) RT dan Dasawisma sebagai bagian dari upaya mendukung UMKM. Target kami minimal setiap RT memiliki satu kelompok Dasawisma yang aktif sehingga usaha makanan, kerajinan tangan, pakaian adat, topi, maupun produk kreatif lainnya dapat terus berkembang,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, setiap RT memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp100 juta melalui Program BKK RT. Dari jumlah tersebut, masing-masing kelompok Dasawisma dapat memperoleh bantuan sekitar Rp10 juta sebagai modal pengembangan usaha.

 

“Jika jumlahnya lebih dari satu tentu akan lebih baik. Melalui program BKK RT, setiap RT memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp100 juta. Dari jumlah tersebut, masing-masing kelompok Dasawisma dapat memperoleh bantuan sekitar Rp10 juta untuk mengembangkan usahanya,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, Suhuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman meski Mahulu sempat mengalami musim kemarau. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk memastikan distribusi logistik berjalan lancar.

 

“Puji Tuhan, beberapa waktu lalu memang sempat terjadi musim kemarau yang cukup panjang. Namun kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, termasuk Camat Long Apari, untuk memantau kondisi di lapangan,” tuturnya.

 

Berdasarkan hasil pemantauan, stok kebutuhan pokok masyarakat masih mencukupi. Curah hujan yang mulai turun juga kembali memperlancar distribusi barang menuju wilayah-wilayah yang sebelumnya terdampak kemarau.

 

Melalui kajian pemanfaatan sampah menjadi biodiesel, penguatan Program BKK RT dan Dasawisma, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM, Pemkab Mahulu berharap mampu mewujudkan kemandirian energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat kampung dan RT.

 

(Adv/Mahakam Ulu)

BACA JUGA