Lapas 2A Tarakan Dorong Peningkatan Kualitas Produk UMKM Warga Binaan untuk Perluas Daya Saing

Onlineku.Info, Tarakan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui peningkatan kualitas produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola di dalam Lapas. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan pelatihan peningkatan mutu produk yang digelar pada Kamis, 11 Desember 2025, di Ruang Bimbingan Kerja serta area produksi UMKM Lapas Tarakan.

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA ini memberikan pembekalan menyeluruh kepada warga binaan terkait standar produksi yang baik, mulai dari pemahaman quality control, penyeleksian bahan baku, konsistensi takaran, hingga penilaian tekstur, warna, dan cita rasa. Pelatihan tersebut sangat penting mengingat sejumlah produk unggulan seperti amplang, keripik pisang, dan olahan gedebog menjadi fokus utama pengembangan UMKM Lapas.

 

Selama pelatihan, warga binaan terlihat sangat antusias. Mereka mengikuti seluruh tahapan mulai dari praktik pengolahan hingga evaluasi produk. Hasilnya pun terlihat signifikan. Produk amplang dan berbagai olahan pisang yang dihasilkan menunjukkan peningkatan kualitas yang lebih stabil, baik dari segi tampilan maupun cita rasa, sehingga lebih siap untuk bersaing di pasar.

 

Kalapas Tarakan, Jupri, menyampaikan bahwa pembinaan UMKM bukan hanya untuk memenuhi target program, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab Pemasyarakatan dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.

 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan memiliki kemampuan nyata yang bisa mereka gunakan setelah bebas nanti. Peningkatan kualitas produk UMKM ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi investasi jangka panjang agar mereka siap mandiri secara ekonomi,” ujar Jupri.

 

Ia menegaskan bahwa kualitas produk menjadi perhatian utama, terutama jika produk-produk UMKM Lapas Tarakan mulai memperluas jangkauan pemasaran.

 

“Produk seperti amplang, keripik pisang, dan olahan gedebog adalah salah satu identitas kreativitas warga binaan. Karena itu, kami ingin kualitasnya semakin baik, higienis, dan punya daya tarik yang bisa diterima pasar luar. Standar produksi harus semakin meningkat,” tambahnya.

 

Jupri juga menyampaikan harapan agar pembinaan kemandirian terus berkembang melalui kolaborasi dengan mitra UMKM dan pendamping profesional.

 

“Pendampingan akan kami lakukan secara berkelanjutan. Evaluasi berkala, inovasi rasa, dan pengembangan varian baru akan menjadi fokus kami. Kami ingin produk UMKM Lapas Tarakan benar-benar mampu bersaing dan diakui kualitasnya,” tuturnya.

 

Ke depan, pembinaan UMKM Lapas Tarakan direncanakan semakin intensif melalui penguatan manajemen produksi, pelatihan pemasaran, serta persiapan sertifikasi produk. Lapas berharap langkah ini dapat mendorong warga binaan menjadi lebih terampil, produktif, dan siap membangun kehidupan ekonomi yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

 

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemasyarakatan dalam memberikan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perilaku, tetapi juga pemberdayaan ekonomi sebagai bekal masa depan warga binaan.

(Aji)

BACA JUGA