Lanjong Art Festival 2025 Kembali Hidupkan Denyut Seni di Tenggarong

Onlineku.Info, Kutai Kartanegara – Setelah vakum lebih dari tujuh tahun, Lanjong Art Festival (LAF) 2025 akhirnya kembali digelar di Ladang Budaya (Ladaya), Jalan H. Bachrin Seman, RT 12, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Festival yang digagas oleh Lanjong Foundation ini berlangsung selama enam hari, 22–27 Agustus 2025, dengan mengusung tema “Habis Barat Terbitlah Timur.”

 

Malam pembukaan yang digelar pada Jumat (22/8/2025) berlangsung meriah dan sarat makna. Penonton larut dalam sajian seni kontemporer dari seniman lokal, nasional, hingga mancanegara. Suasana terasa hangat, semarak, sekaligus menggetarkan hati.

 

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, yang hadir sekaligus membuka festival, menegaskan pentingnya seni dan budaya dalam membentuk karakter generasi penerus.

 

“Di tengah gempuran budaya populer dan hiburan hura-hura, kegiatan seni bernilai tinggi seperti LAF ini harus kita utamakan. Karena masa depan bangsa sangat ditentukan oleh karakter generasi, dan karakter itu bisa ditempa lewat seni dan budaya,” ujar Aulia dalam sambutannya.

 

Bupati juga mengibaratkan festival ini sebagai “detak jantung masyarakat seni Kukar”. Ia menyinggung sejarah panjang Kutai Kartanegara yang sejak 1980-an telah melahirkan banyak seniman besar di bidang tari, sastra, hingga teater.

 

Menurutnya, kehadiran kembali LAF setelah delapan tahun vakum merupakan momentum penting untuk menghidupkan ruang-ruang kreatif di Kukar.

 

“Walaupun saya baru satu bulan setengah menjabat, kehadiran festival ini menjadi penyemangat kita bersama. Saya berharap festival ini tidak hanya menjadi momentum sesaat, tetapi bisa melahirkan aktivitas seni berkelanjutan di berbagai titik kumpul seniman,” tambahnya.

 

Pada malam pertama, panggung Ladaya menampilkan berbagai pertunjukan istimewa, mulai dari Maestro Sape, Maestro Gambus & Tarsul, Ngaos Art, hingga Punya Studio. Suasana semakin semarak ketika band alternatif asal Tasikmalaya, Kataswara, naik ke panggung dengan lantunan musik reflektif yang menyentuh hati penonton.

 

Selama festival berlangsung, penonton dapat menikmati beragam agenda seni, antara lain:

 

* Workshop seni bersama seniman nasional Ari Ersandi, Edy Sutardi, Iswadi Pratama, dan Rianto Dance Studio.

* Eksibisi dan sarasehan menampilkan Etnomusikologi ISBI Kaltim, Nawasenna, Tonika Ensemble, hingga Odah Kaminiari (OKAMI).

* Kompetisi teater yang diikuti kelompok lokal dan nasional, termasuk Teater Satu, Teater Matahari, dan Teater Payung Hitam.

* Jajakan Merian, eksplorasi kue tradisional Kutai oleh Bunda Wita di Kampong Seni.

* Kunjungan budaya ke Museum Mulawarman sebagai bagian dari pengenalan sejarah Kutai.

 

Puncak acara akan digelar pada Rabu (27/8/2025) di Amphitheatre Ladaya dengan menghadirkan Xue, Bunyi Kami, Yamato, Larissa Umayta, Panji Sakti, serta pengumuman pemenang kompetisi teater.

 

Dalam wawancara kepada awak media, Aulia menegaskan Pemkab Kukar akan terus mendukung keberlanjutan LAF. Ia menilai seni kontemporer harus dikenalkan sejak dini, meski tidak semua orang bisa langsung menikmatinya.

 

“Kami menyambut baik LAF 2025 ini. Seni kontemporer harus kita kembangkan. Ke depan, mudah-mudahan festival ini bisa menjadi agenda tahunan di Kukar,” ucapnya.

 

Lebih lanjut, Aulia menyebutkan dukungan nyata pemerintah melalui program “Kukar Idaman Terbaik” yang menyediakan insentif bagi seniman dan pelaku usaha kreatif. Selain itu, pembangunan Gedung Kekraf juga akan difungsikan sebagai pusat aktivitas seni di Kukar.

 

“Kami ingin seniman bisa menjadikan profesinya sebagai sumber kehidupan, bukan sekadar hobi. Dengan insentif dan dukungan fasilitas, kami yakin ini bisa memacu semangat seniman lokal,” tegasnya.

 

Kemeriahan pembukaan LAF 2025 menegaskan bahwa Tenggarong bukan hanya pusat sejarah dan budaya, tetapi juga ruang hidup bagi kreativitas seni modern. Festival ini menjadi panggung ekspresi sekaligus wadah membangkitkan kembali energi seni yang sudah lama tertanam di bumi Kutai.

 

(Aji R)

BACA JUGA