Onlineku.info, Tenggarong โ Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Belida Gang 2, RT 7, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Senin (20/7/2026) malam. Kobaran api yang muncul sekitar pukul 21.30 Wita dengan cepat membesar hingga menghanguskan sedikitnya lima bangunan yang mayoritas merupakan rumah kos berbahan kayu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, mengatakan petugas langsung mengerahkan delapan unit armada pemadam ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api.
“Bangunan yang terdampak sekitar lima atap, sebagian besar merupakan rumah kos. Begitu menerima laporan, seluruh personel langsung bergerak melakukan pemadaman,” ujar Fida.
Menurutnya, proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Api berhasil dikuasai sekitar pukul 22.45 Wita, kemudian petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
“Kurang lebih dalam waktu satu jam api sudah berhasil kami lokalisasi, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan agar tidak terjadi kebakaran susulan,” katanya.
Fida mengungkapkan, akses menuju lokasi menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Selain berada di gang sempit, petugas juga harus mengambil pasokan air dari Sungai Mahakam karena keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.
“Saat tim tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi membesar. Akses yang sempit dan kebutuhan suplai air menjadi kendala di lapangan, namun seluruh personel bekerja maksimal hingga api dapat dikendalikan,” jelasnya.
Meski sempat beredar informasi adanya seorang anak yang diduga terjebak di dalam bangunan, hasil pendataan di lapangan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Setelah kami berkoordinasi dengan ketua RT, dipastikan seluruh warga berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada korban dalam kejadian ini,” ungkapnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Sementara itu, nilai kerugian akibat peristiwa tersebut juga belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung.
Fida mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik, penggunaan kompor, maupun sumber api lainnya.
“Kami mengajak masyarakat lebih berhati-hati dan rutin memeriksa instalasi listrik maupun peralatan yang berpotensi memicu kebakaran. Di sisi lain, kami juga terus melakukan evaluasi internal agar setiap regu selalu siap menghadapi situasi darurat kapan pun dibutuhkan,” pungkasnya. (Danny)
