Hadapi Disrupsi Digital dan Turbulensi Ekonomi, JMSI Kaltim Gelar Retreat Jurnalis

IMG-20260122-WA0005

Onlineku.Info, Kutai Kartanegara –  Jurnalis saat ini menghadapi tantangan besar di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak sangat cepat. Kondisi tersebut menuntut insan pers untuk terus beradaptasi agar tetap relevan, dipercaya, dan mampu bertahan di tengah persaingan yang kian kompleks.

 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, saat membuka secara resmi kegiatan Retreat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim Tahun 2026, Rabu (21/1/2026). Faisal hadir mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud sekaligus memberikan apresiasi atas terselenggaranya retreat jurnalis pertama di Kalimantan Timur.

 

Menurut Faisal, media profesional saat ini tidak hanya bersaing dengan sesama perusahaan pers, tetapi juga dengan akun media sosial, buzzer, hingga news influencer yang mampu menyebarkan informasi secara instan tanpa selalu mematuhi kaidah jurnalistik.

 

“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi media. Bagaimana media yang legal, kompeten, dan beretika tetap relevan serta dipercaya di tengah banjir informasi instan,” ujarnya.

 

Ia menilai tema retreat “Jurnalis Masa Kini di Tengah Disrupsi Media dan Turbulensi Ekonomi Daerah” sangat kontekstual dengan kondisi saat ini. Perubahan teknologi, kata Faisal, tidak hanya mengubah pola konsumsi informasi masyarakat, tetapi juga menuntut perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara bertahan bagi insan pers.

 

Faisal menegaskan bahwa retreat ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan ruang refleksi dan introspeksi bagi jurnalis untuk menata kembali arah serta peran profesinya. Ia juga menekankan pentingnya interaksi aktif antara narasumber dan peserta agar kegiatan ini benar-benar bermakna.

 

Di sisi lain, Faisal mengingatkan pentingnya membangun relasi yang sehat antara media, pemerintah, dan sektor swasta. Menurutnya, menyampaikan hal-hal positif tentang daerah bukan berarti menjadi corong kekuasaan, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem informasi dan ekonomi yang berimbang.

 

“Jika daerah terus diberitakan negatif tanpa keseimbangan, investasi bisa enggan masuk dan ekonomi melemah. Pada akhirnya, media juga yang terdampak,” katanya.

 

Retreat JMSI Kaltim Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan jurnalis yang berpikir lebih jernih, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki daya tahan kuat dalam menghadapi tantangan zaman.

 

Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari Kutai Kartanegara dan Samarinda, terdiri dari 13 wartawan perempuan dan 12 wartawan laki-laki, dan menjadi ruang belajar serta bertumbuh bagi insan pers di Kalimantan Timur.

 

(Aji R)

BACA JUGA