Onlineku.Info, Balikpapan — Program bantuan pendidikan Gratispol yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan dampak positif bagi ribuan mahasiswa di Universitas Mulia Balikpapan. Program tersebut dinilai mampu membantu mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah yang tinggi.
Ketua Satgas Gratispol Universitas Mulia, Sumardi, mengatakan bantuan pendidikan itu sangat dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa, terutama bagi mereka yang sebelumnya kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Ia mengungkapkan, sebelum program berjalan, tidak sedikit mahasiswa yang memilih cuti bahkan berhenti kuliah karena faktor ekonomi. Namun setelah Gratispol diterapkan, kondisi tersebut mulai berkurang.
“Program ini sangat membantu mahasiswa untuk tetap melanjutkan studi. Dulu cukup banyak yang terkendala biaya hingga akhirnya tidak aktif kuliah,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (13/5/2026).
Pada tahun akademik 2025, Universitas Mulia mengusulkan sekitar 1.500 mahasiswa sebagai penerima bantuan Gratispol. Jumlah itu meningkat dibanding kuota sebelumnya yang berkisar 1.200 mahasiswa.
Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi sejumlah syarat, seperti berdomisili di Kalimantan Timur minimal tiga tahun serta memenuhi ketentuan usia penerima bantuan.
Untuk mahasiswa jenjang sarjana, batas usia maksimal penerima yakni 25 tahun. Sedangkan program magister dan doktor umumnya dibatasi hingga usia 35 tahun. Khusus tenaga pendidik dan dosen diberikan kelonggaran usia sampai 40–45 tahun.
Selain mahasiswa reguler, program ini juga memberi perhatian kepada para guru dan dosen yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maupun S3.
Besaran bantuan yang diterima mahasiswa disesuaikan dengan nominal UKT masing-masing program studi. Rata-rata bantuan untuk program studi umum mencapai sekitar Rp5 juta per semester, sementara farmasi sebesar Rp7,5 juta.
Adapun mahasiswa kedokteran memperoleh bantuan hingga Rp15 juta per semester, sedangkan pendidikan dokter spesialis dapat mencapai Rp20 juta setiap semester.
“Bantuan diberikan hingga delapan semester atau sampai mahasiswa menyelesaikan masa studi normal,” jelas Sumardi.
Meski program berjalan baik, pihak kampus masih menghadapi kendala administrasi, terutama mahasiswa yang belum melengkapi data pada sistem pendaftaran daring Gratispol.
Menurutnya, mahasiswa yang tidak melengkapi persyaratan administrasi berisiko gagal menerima bantuan karena pencairan dana harus dipertanggungjawabkan secara resmi.
Pihak kampus pun terus melakukan pendampingan kepada mahasiswa penerima bantuan agar tetap aktif mengikuti perkuliahan serta segera melapor apabila menghadapi kendala akademik maupun administrasi.
Sumardi menambahkan, sistem penganggaran Gratispol kini dinilai semakin tertata dibanding awal pelaksanaan program. Pemerintah daerah juga disebut telah menyiapkan alokasi anggaran untuk keberlanjutan program pada tahun berikutnya.
(Jie)
