
Onlineku.Info, Kutai Kartanegara – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas kemitraan lintas sektor dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Upaya ini diwujudkan melalui rapat koordinasi bersama PT Eni Muara Bakau, perusahaan migas yang beroperasi di Kukar, pada Jumat (29/8/2025).
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat sistem pengelolaan sampah di wilayah Samboja, Samboja Barat, hingga Muara Badak kawasan strategis yang kini menjadi bagian dari daerah penyangga IKN.
Menurut Irawan, PT Eni Muara Bakau menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung upaya pemerintah daerah melalui penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, bantuan teknis, serta pelatihan bagi masyarakat lokal.
“Persoalan sampah di kawasan penyangga IKN tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Pertumbuhan penduduk dan aktivitas pembangunan akan meningkatkan volume sampah, sehingga sinergi dengan sektor swasta menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Selain aspek teknis, kerja sama ini juga menitikberatkan pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup ramah lingkungan. DLHK Kukar berencana melakukan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan program dan efektivitas di lapangan.
Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta kebijakan Otorita IKN yang menekankan pentingnya sistem pengelolaan sampah berbasis daur ulang dan minim limbah (*zero waste*).
“Kami berharap inisiatif ini menjadi contoh kolaborasi konkret antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah strategis nasional,” tambah Irawan.
Kolaborasi antara DLHK Kukar dan PT Eni Muara Bakau diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah terpadu yang adaptif dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, Kukar siap berperan aktif menjaga keseimbangan ekologis di tengah percepatan pembangunan IKN.
(Adv/DLHK)
