Dari Balai Desa ke Hati Warga: Halal Bihalal Jadi Titik Sambung Harmoni

Onlineku.Info, Kukar – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Balai Pertemuan Desa Jembayan. Dalam semangat Idulfitri 1446 Hijriah, Pemerintah Desa Jembayan menggelar Halal Bihalal yang mempertemukan warga, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintahan Kecamatan Loa Kulu.

Acara ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Lebih dari itu, Halal Bihalal menjadi ruang yang menyatukan masyarakat dengan pemangku kepentingan desa dan kecamatan. Tradisi ini dihidupkan kembali untuk memperkuat jalinan sosial dan meneguhkan semangat gotong royong.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Plt Sekretaris Camat Loa Kulu, Khairuddinata, yang duduk berdampingan dengan tokoh agama, ketua RT, dan warga setempat. Kehadirannya disambut hangat, menjadi simbol komitmen untuk terus menjaga koneksi antara pemerintah kecamatan dan masyarakat akar rumput.

“Halal Bihalal bukan hanya soal saling memaafkan. Ini juga ajang mempererat komunikasi antara warga dan pemerintah,” ujar Khairuddinata.

Dalam pandangannya, pertemuan ini juga menjadi sarana menyegarkan kembali hubungan antar-lembaga dan antargenerasi yang kadang terputus oleh rutinitas harian dan jarak administratif.

“Kita ingin hubungan antara desa dan kecamatan tetap terjalin baik. Kegiatan seperti ini jadi bagian dari komitmen bersama,” imbuhnya.

Sepanjang acara, suasana tampak cair dan hangat. Warga yang hadir tampak akrab saling bersalaman, saling mendoakan, dan menyapa satu sama lain. Kehadiran pejabat pemerintahan di tengah-tengah mereka menambah kesan bahwa desa bukan sekadar satuan wilayah, tapi komunitas besar yang saling menopang.

Kepala Desa Jembayan, Erwin, menyampaikan sambutan penuh syukur atas dukungan pemerintah kecamatan dan antusiasme warga. Ia menyebut Halal Bihalal sebagai peristiwa sosial yang menyentuh sisi emosional masyarakat.

“Kehadiran beliau jadi bukti nyata perhatian pemerintah kecamatan kepada kami di desa,” kata Erwin.

Ia menginginkan agar Halal Bihalal menjadi tradisi desa yang terus dijaga, bahkan diperluas maknanya agar bisa menjadi titik temu gagasan, bukan hanya ajang maaf-maafan.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong serta mempererat kebersamaan,” lanjutnya.

Setelah sambutan, suasana berubah menjadi lebih santai. Warga disuguhi jamuan sederhana—kopi, teh hangat, dan kue tradisional. Tak ada sekat antara pejabat dan masyarakat, semua bercengkerama dalam semangat lebaran yang masih terasa kuat.

Momen seperti ini menjadi bukti bahwa pembangunan sosial tidak harus selalu melalui program besar. Kadang, ruang temu seperti Halal Bihalal justru menjadi tempat lahirnya ide dan harapan bersama.

Erwin menekankan bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa dan kecamatan, berbagai program pembangunan dapat direalisasikan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Sinergi yang baik dengan kecamatan akan mempercepat tercapainya program pembangunan,” tandasnya.

Halal Bihalal ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa dipanjatkan agar Desa Jembayan senantiasa dalam lindungan, diberi keberkahan, dan keharmonisan yang terus tumbuh.

Lebih dari sekadar acara formal, kegiatan ini menegaskan bahwa hubungan antarmanusia tetap menjadi fondasi utama dalam roda pemerintahan. Dari balai desa yang sederhana, tumbuh benih harapan untuk desa yang kuat, harmonis, dan berdaya. (ADV/DISKOMINFO).

BACA JUGA