Bank Sampah Mandiri Suka Maju Jadi Pusat Edukasi dan Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik

Onlineku.Info, Kukar — Bank Sampah Mandiri di Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, kini berkembang menjadi pusat pembelajaran pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Lembaga ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi lokal mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Ketua Bank Sampah Mandiri, Yayuk Sehati, menjelaskan bahwa produk utama dari bank sampah ini adalah paving blok yang dibuat dari sampah plastik rumah tangga. Dengan teknik yang terus disempurnakan melalui percobaan dan pelatihan sederhana, setiap keping paving blok dihasilkan dengan kekuatan dan ketahanan yang tinggi. Hasil inovasi ini tidak hanya digunakan di lingkungan sekitar, tetapi juga diminati luar daerah. Salah satunya, pesanan besar datang dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebanyak 42.000 keping.

Selain produksi paving blok, Bank Sampah Mandiri juga mengembangkan produk lain seperti pot tanaman, kursi, dan meja dari bahan daur ulang. Produk-produk tersebut dipasarkan secara lokal dan dipamerkan dalam kegiatan pemerintah daerah maupun lembaga swadaya masyarakat. Sebagian hasil penjualan digunakan untuk pengembangan fasilitas dan kegiatan sosial di desa.

Yayuk menambahkan bahwa bank sampah ini juga menjadi laboratorium sosial dan ekologis. Aktivitas edukasi dan pelatihan dilakukan secara rutin, termasuk kunjungan dari komunitas lingkungan dan aktivis internasional dari Jerman dan Spanyol, yang ingin mempelajari teknik produksi dan strategi pemberdayaan masyarakat. Anak-anak sekolah dan warga desa juga diajak memilah sampah dari sumbernya untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.

“Kalau semua orang mau mulai dari hal kecil, seperti memilah sampah dari rumah, maka persoalan lingkungan yang besar bisa perlahan teratasi,” ujar Yayuk. Bank Sampah Mandiri Desa Suka Maju menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kreativitas masyarakat dapat menciptakan perubahan nyata, sekaligus memberi inspirasi bagi daerah lain. (Adv/DLHK)

BACA JUGA