Bank Sampah Mandiri Desa Suka Maju: Dari Sampah Rumah Tangga ke Kemandirian Ekonomi

Onlineku.Info, Kukar — Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, kini memiliki kisah inspiratif dalam pengelolaan lingkungan. Bank Sampah Mandiri (BSM), di bawah kepemimpinan Yayuk Sehaty (53), tumbuh dari kepedulian sederhana terhadap tumpukan sampah menjadi gerakan besar yang memberdayakan masyarakat.

Awalnya, Yayuk bersama warga hanya mengumpulkan dan menjual sampah bernilai jual ke pengepul. Seiring waktu, sistem partisipatif berkembang warga dapat menabung sampah rumah tangga mereka, baik secara langsung maupun melalui petugas pengumpul rutin. Sampah dipilah berdasarkan jenis plastik, kertas, kardus, logam, dan kaca lalu ditimbang dan dikonversi menjadi saldo di buku tabungan nasabah. “Dengan sistem ini, warga punya motivasi ganda: menjaga lingkungan sekaligus menabung,” ujar Yayuk.

Setelah terkumpul, sampah dijual ke pengepul atau industri daur ulang, menghasilkan tambahan penghasilan dan mengurangi volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). BSM juga menjadi bagian dari program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang dibina PT Sumalindo Hutani Jaya II, dengan dukungan teknis dan fasilitas workshop. Perusahaan lain seperti PT Pama Persada Nusantara, PT Jembayan Muara Bara, PT Hirmalita Kutai Makmur, dan Pemerintah Kutai Kartanegara melalui DLHK turut memperkuat keberlanjutan BSM.

Selain pengumpulan, Yayuk dan tim berinovasi mengolah sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk lampion, cinderamata, dan paving block. Produk ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menambah pendapatan desa dan membuka lapangan kerja bagi pemuda setempat.

Dengan dukungan pemerintah, perusahaan, dan keterlibatan warga, BSM membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana: kepedulian terhadap sampah di lingkungan sendiri. (Adv/DLHK)

BACA JUGA