Aksi Penyerangan di Desa Muara Muntai Ilir, Forum Muara Muntai Bersatu Diduga Serang Warga dengan Tuduhan Kerja Sama dengan Pelindo

Onlineku.info, KUTAI KARTANEGARA – Suasana damai pasca-Lebaran di Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, berubah mencekam setelah sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Forum Muara Muntai Bersatu melakukan aksi penyerangan pada Minggu (8/6/2025) siang.

Insiden bermula saat Kepala Desa Arifadin Nur dan sejumlah warga tengah mengadakan kegiatan makan bersama usai salat zuhur. Tiba-tiba, segerombolan orang datang dan langsung menyerbu lokasi tanpa peringatan, menuding adanya keterlibatan warga dalam aktivitas PT Pelindo di wilayah perairan Muara Muntai Ilir.

“Kami tadi kan lagi acara kumpul di rumah, kumpul sama bubuhan RT, sama Linmas, segala macam kan,” jelas Arifadin Nur saat dihubungi pada Minggu (8/6/2025).

Ia menjelaskan seusai makan-makan bersama para warga, sekitar habis zuhur, langsung tiba-tiba ada segerombolan orang melakukan protes menolak Pelindo.

“Pas selesai makan itu, langsung ada penyerangan. Langsung dihantam”jelasnya.

Menurut Arifadin, massa yang diperkirakan berjumlah 7 sampai 8 orang itu langsung menyisir rumah-rumah warga, mencari keberadaan pihak yang diduga bekerja sama dengan Pelindo. Mereka bahkan mendatangi rumah kepala desa dan perangkat RT tanpa melakukan mediasi sebelumnya.

“Mereka menyisir rumah-rumah di Desa Muara Muntai Ilir mencari orang Pelindo, padahal kenyataannya tidak ada satu pun orang Pelindo di sini,” tegasnya.

Arifaddin mengungkapkan forum tersebut menamakan diri mereka Forum Muara Muntai Bersatu, . Aksi sepihak tersebut sontak membuat warga panik. Meskipun tidak terjadi perlawanan secara fisik dari warga desa, mereka tetap bersiaga dan mengamankan diri dari amukan kelompok yang diduga berasal dari desa tetangga. Penolakan terhadap keberadaan Pelindo menjadi alasan utama massa menyerang.

“Iya, itu bukan warga kami, mereka dari desa sebelah. Forum itu menolak adanya Pelindo dan menduga warga Muara Muntai Ilir dipekerjakan sebagai asisten pandu,” ungkapnya

Ia menjelaskan bahwa warga Muara Muntai Ilir tidak memiliki keterlibatan langsung dalam operasional Pelindo. Bahkan, ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun warga desa yang memiliki lisensi sebagai asisten pandu, seperti yang dituduhkan.

“Isu yang beredar itu tidak benar. Kami cuma bekerja sama dalam hal pengadaan minyak saja dengan karyawan Pelindo. Tidak lebih dari itu,” terang Arifadin.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa operasi Pelindo yang berlangsung di wilayah perairan Muara Muntai Ilir sering kali disalahartikan oleh masyarakat luar. Hal ini menimbulkan kesalahpahaman dan berujung pada aksi kekerasan yang tidak berdasar.

“Lucu saja, Pelindo operasinya memang di daerah kami, tapi malah desa sebelah yang ribut. Warga kami biasa-biasa saja,” ucapnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, Kapolsek Muara Muntai Iptu Wahid saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya masih berada di lapangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap insiden tersebut.

“Saya masih di lapangan. Dan kami masih melakukan penyelidikan, karena ini keributan sesama masyarakat,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon.

Pihak kepolisian hingga kini belum merilis jumlah korban atau kerugian akibat penyerangan tersebut. Namun, situasi di lapangan sudah mulai terkendali setelah aparat keamanan dikerahkan untuk meredam ketegangan antarwarga.

BACA JUGA